Rabu, 29 April 2020

Ketika Hamil Di Tengah Wabah Corona



Memiliki buah hati tentunya adalah salah satu hal yang diinginkan oleh sebagian besar pasangan. Oleh karena itu tak heran jika datangnya kehamilan merupakan berita yang paling ditunggu-tunggu. Tapi bagaimana jika kehamilannya datang saat sedang terjadi wabah corona?

Ya tetep harus disambut dengan suka cita donk!

Tapi euforia menyambut hadirnya calon jabang bayi tentunya harus diimbangi dengan persiapan yang matang. Selain mempelajari seluk beluk kehamilan di tiap trimester, penting juga untuk mencari tahu tentang detail prosedur kehamilan selama masa pandemi mengingat ibu hamil termasuk golongan yang rentan terhadap virus ini.

Lalu kenapa saya kok ujug-ujug membahas soal kehamilan di tengah wabah corona ini?


Bukan karena sok peduli pada ibu hamil, melainkan karena saat ini saya juga sedang mengandung calon anak ketiga, hehehe. Jadi saya merasakan sendiri bagaimana dilemanya menjalani kehamilan di tengah pandemi. Mau periksa bingung bagaimana prosedurnya apalagi per tanggal 28 April ini di Sidoarjo mulai diberlakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), klinik kehamilan masih buka gak ya? Kalau wabah ini berlangsung lama seperti yang diprediksi, bagaimana prosedur lahirannya?

Beruntung saat ini kehamilan saya masih menginjak trimester kedua jadi masih cukup waktu untuk mencari informasi lebih detail lagi seputar kehamilan di tengah wabah corona ini. Berikut beberapa info yang berhasil saya himpun dari berbagai sumber (caelah, macam pembawa berita ajeee)

Seperti apa tanda gejala awal virus corona pada ibu hamil?


Gejala awal virus corona pada ibu hamil umumnya sama seperti gejala yang dirasakan pasien lainnya seperti batuk, demam, dan sesak nafas. Tapi mengingat sekarang virus ini bisa bertransformasi dengan berbagai gejala, baiknya ibu hamil lebih waspada lagi dan yang terpenting adalah melakukan upaya preventif seperti selalu menjaga kebersihan, rajin cuci tangan, menjaga jarak, serta tidak keluar rumah jika tidak ada keperluan mendesak.

Saya sendiri saat ini sama sekali tidak pernah keluar rumah. Urusan belanja kebutuhan yang melakukan adalah suami, biasanya sekalian pulang kerja karena saat ini kantornya tidak menerapkan sistem work from home secara full melainkan selang-seling 2 hari masuk kantor dan 2 hari libur. Tiap pulang ke rumah, meskipun cuma keluar sebentar saja, suami wajib mandi dulu sebelum berinteraksi dengan kami yang di rumah. Selain itu kami juga rutin menyemprot disinfektan pada benda yang sering disentuh serta barang belanjaan yang baru dibeli.

Bagaimana prosedur pemeriksaan kehamilan selama masa pandemi corona?


Dari beberapa sumber yang saya baca, pemeriksaan kehamilan tetap bisa dilakukan namun cukup satu kali saja tiap trimester, gak perlu tiap bulan seperti biasanya kecuali minggu-minggu terakhir menjelang hari perkiraan lahir. Jangan lupa untuk selalu memakai masker dan rutin cuci tangan serta menjaga jarak saat melakukan pemeriksaan kehamilan.

Beberapa klinik atau poli kehamilan ada yang mengubah jadwal prakteknya, seperti klinik tempat saya biasa periksa. Jadi baiknya telepon dulu ke klinik bersangkutan sebelum memutuskan untuk datang.

Di sosial media juga banyak saya temui saran untuk menunda pemeriksaan selama kehamilan jika tidak ada gejala yang menghawatirkan seperti muntah hebat, pendarahan, kontraksi atau nyeri perut hebat, pecah ketuban, tekanan darah tinggi, nyeri kepala hebat, tidak merasakan gerakan janin, dan kejang. Tapi ya namanya orang hamil, bayinya masih ada di dalam perut, gak kelihatan, jadi kadang suka khawatir juga tentang keadaan bayi apakah baik-baik saja dalam kandungan meskipun kondisi kita tidak menunjukan gejala darurat.

Nah! Salah satu solusi untuk ibu hamil yang  ingin tetap berkonsultasi dengan dokter kandungan di tengah wabah saat ini bisa lewat aplikasi konsultasi online milik Halodoc.


Halodoc ini aplikasi andalan saya banget sih saat suami sedang keluar kota. Pernah saya pakai untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis anak ketika anak-anak sedang demam sedangkan pak suami belum pulang dari dinas luar.

Cara berkonsultasi online dengan dokter di Halodoc, cukup dengan membuka website www.halodoc.com atau download aplikasinya, kemudian klik Chat Dokter Sekarang, pilih dokter yang ingin diajak berkonsultasi, tunggu sampai dokter yang bersangkutan menyetujui permintaan konsultasi, dan setelah itu kita bisa mengobrol dengan dokter pilihan via chat.

Dengan Halodoc, kita bisa memilih untuk konsultasi dengan ratusan dokter dari seluruh Indonesia yang ahli di bidangnya dengan biaya terjangkau bahkan gratis. Selain layanan konsultasi online, di Halodoc juga ada layanan untuk membeli obat secara online. Berguna sekali di tengah wabah corona di mana kita tidak bisa bebas untuk keluar rumah dan harus membatasi interaksi dengan orang lain.

Bagaimana prosedur persalinan saat wabah corona?


Di saat masa pandemi sekarang ini, beberapa klinik bersalin memberi aturan bahwa tidak ada yang boleh mendampingi ibu selama proses persalinan. Jadi jangan lupa untuk siapkan mental juga bahwa harus mandiri selama persalinan.

Ohya, proses IMD (Inisiasi Menyusui Dini) tetap boleh dilakukan selama ibu tidak terjangkit virus. Namun jika ibu positif terpapar virus, maka setelah persalinan ibu dan bayi harus langsung dipisahkan hingga ibu pulih serta bebas dari virus. Akan tetapi pemberian ASI (Air Susu Ibu) tetap bisa dilakukan menggunakan media bantu seperti sendok atau spuit.

Di sebuah forum yang saya ikuti, ada ibu dari Surabaya yang membagikan pengalaman persalinannya di mana beliau diwajibkan untuk melakukan rangkaian pemeriksaan corona sebelum melakukan persalinan. Jika hasil tesnya positif si ibu terpaksa harus melahirkan di rumah sakit rujukan untuk pasien corona sedangkan jika hasilnya negatif, boleh melakukan di klinik bersalin yang diinginkan. Selain itu beliau juga diwajibkan menyediakan dana ekstra sebesar Rp 1 juta untuk membeli APD (Alat Pelindung Diri) bagi tenaga kesehatan yang membantu persalinannya.

Prosedur tersebut mungkin tidak diterapkan di semua klinik bersalin, tapi untuk berjaga-jaga, ada baiknya sejak jauh hari sudah bertanya ke bagian informasi klinik agar kita juga bisa menyiapkan dana ekstra serta keperluan lainnya.

Saya sendiri saat ini sedang mengumpulkan informasi klinik bersalin di Sidoarjo beserta biaya persalinannya karena di kehamilan sebelumnya saya selalu melahirkan di Malang sedangkan di situasi saat ini sepertinya tidak memungkinkan bagi kami untuk keluar kota.

Semangat ya, untuk ibu hamil di luar sana. Semoga sehat selalu dan diberi kelancaran ketika persalinan meskipun kondisi saat ini sedang tidak kondusif. Cheers!






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hai, terimakasih sudah berkunjung. Komentar saya moderasi ya, capek cyiin ngehapusin komentar spam :D

Kalau ada pertanyaan, silahkan kirim email ke MeriskaPW@gmail.com atau Direct Message ke instagram @MeriskaPW, sekalian follow juga boleh :p