Jumat, 09 Oktober 2015

Berlabil-labil Dulu Serius Kemudian

Assalamu'alaikum,




Awal tertarik ngeblog di tahun 2010 karena latah, kerennya sih terinspirasi dari sebuah blog yang baru saya baca. Blog itu berisi puisi-puisi tentang kehidupan sehari-hari, bahasanya sederhana tapi bisa bikin yang membaca merasa "ah, ini gue banget" atau "bener juga ya". Iya penulis blog tersebut sungguh lihai menggiring opini publik lewat penyajian bahasa yang indah.

Saya yang saat itu masih (merasa) abege labil pun langsung terinspirasi untuk ngeblog juga. Makanya post saya di blog ini dulu kebanyakan berisi puisi-puisi lebay gimana gitu.

Postingan pertama di blog, jangan muntah ya!


Seiring berjalannya waktu, blog yang saya baca pun semakin bertambah, niche blognya pun mulai beragam gak cuma tentang puisi. Dan di sinilah saya mulai kehilangan arah dalam dunia blogging.

Niche blog saya semakin gak jelas, baca blog travelling pengen nulis tentang travelling, baca blog tentang kecantikan jadi pengen nulis tentang kecantikan juga. Intinya saya labil.


Postingan ala-ala hyuti blogger :D

Terakhir saya pernah membuat blog khusus tentang persiapan pernikahan saya sampai hari H. Kebanyakan sih isinya review vendor pernikahan di Malang. Bikin blog tentang pernikahan juga karena latah gara-gara keseringan baca wedding blog, sampai akhirnya saya vakum ngeblog karena kesulitan mendapatkan koneksi internet di tempat tinggal saya yang baru bersama suami.

Blog saya tentang pernikahan


Dua tahun vakum dari dunia blogging tentunya membuat rindu tersendiri di hati saya. Seperti banyak sampah yang tertumpuk di otak, memicu berkembangnya kuman dan bakteri kalau gak segera di buang.

Lalu saya mempunyai ponsel android baru. Setelah berhari-hari mempelajari cara ngeblog lewat ponsel, akhirnya saya pun resmi kembali ke dunia blogging, tepatnya di akhir tahun 2014 lalu.

Di sinilah tantangannya muncul, yaitu membuat postingan dengan ponsel. Mending ponsel model tab yang layarnya lebar, ponsel yang saya gunakan saat itu seukuran genggaman tangan saja. Sekali buat postingan langsung sukses bikin tangan kesemutan dan kram, haha.

Belum lagi setelah lama vakum, kemampuan menulis saya hilang sehilang-hilangnya, ambyaarrr. Tulisan saya super berantakan, banyak typo di sana sini. Akhirnya banyak tulisan yang saya buat hanya teronggok di draft dan tak pernah selesai, karena mood untuk menyelesaikan tulisan kalah dengan jemari yang kelelahan.

Masalah besar setelah ngeblog lagi pun muncul, ponsel saya rusak permirsah, alamat vakum ngeblog lagi deh ini.

Alhamdulillah, suami saya yang sangat perhatian, mengganti ponsel saya yang rusak dengan tab. Bukan karena ingin mendukung kegiatan blogging istrinya sih tapi saking aja waktu itu adik suami mau jual tabnya, haha.

Dibanding dengan ponsel biasa pastinya lebih fleksibel dan mudah untuk blogging dengan tab. Tapi bukan berarti tidak ada kendala sama sekali.

Kendala terbesar sih soal kamera. Berhubung postingan blog saya sekarang kebanyakan review tempat jalan-jalan pastinya butuh dokumentasi gambar yang kualitasnya bagus donk. Masalahnya saya gak punya kamera, dulu sih ngerasa cukup oke dengan kamera ponsel yang lama. Sekarang resolusi kamera tab saya rendah banget, hasil fotonya jauh dari ideal. Solusinya ya saya harus nambahin effort dalam ngedit foto yang akan dimasukkan dalam postingan di blog.

Diedit gak diedit hasilnya sama aja, sama-sama hancur, susahnya gak punya kamera bagus

Masih masalah foto memfoto, kadang harus tahan malu atau harus berlelah lelah jalan kaki naik turun tangga buat ambil angle yang bagus. Tapi Ä·adang urusan "memalukan" itu saya serahkan ke suami, memanfaatkan SDM yang ada, bhihihik.

Ini effortnya suami keluar rumah makan sambil gendong anak terus motoin saya, lalu tinggallah saya yg malu diliatin pengunjung di sana, makanya posenya kaku gitu, haha demi ya demiii
Bela-belain keluar lokasi demi dapet foto lokasi secara keseluruhan, mumpung bawa kamera (pinjeman) yang bagus, heheh


Gak jarang juga, udah niat mau ke tempat wisata baru yang masih jarang reviewnya, demi menaikkan statistik blog, eh sampe sana dapet zonk, yang jalannya hancur total, yang tempatnya tutup, dan paling sering adalah tempat yang kita datengin pas lagi ada dangdutan, berisik cooy!

jauh-jauh ke museum ini, ternyata belum dibuka alias belum ada isinya baru bangunannya doank yang jadi, zzz

Waktu mau ke perkebunan teh sirah kencong, ternyata jalannya rusak parah dan berdebu. Ahkhirnya puter balik, di tengah jalan saya datang bulan, gak pakai pembalut dan ban motor bocor di tengah hutan, iya ini curhat!

Waktu ke kebun teh wonosari, pas lagi ada jalan sehat plus dangdutan, Malang digoyaaang!

Kendala lainnya yang sepertinya dialami semua pengguna ponsel yang aktif adalah ketahanan baterai. Dan saya gak punya power bank, ciyaan! Lagi asik-asiknya nulis, terus gak sadar ponsel lowbat dan tiba-tiba, pet, mati! Sedangkan tulisan yang diketik belum disave itu udah sering bianget.

Selain itu sebagai seorang istri yang ingin dapurnya tetap ngebul sedangkan internet dengan ponsel butuh kuota, jadi saya memilih provider yang menawarkan paket internet dengan kuota besar dan dibandrol dengan harga murah, haha. Tapi ya gitu, ada uang ada rupa, internetnya bisa lancar kalau sudah menunjukkan jam 12 dini hari ke atas, ckck.

Belum lagi dilema blogger wanita yang sudah mempunyai anak sekaligus mengurus rumah tanpa ART, bingung bagi waktu antara beres-beres rumah, main sama anak, tidur atau blogging. Apalagi kalau anak saya, Alif, udah mulai ngomong, "ma, hape, talok (taruh)" udah deh itu tandanya dia minta saya fokus nemenin maen, maafin mama ya nak? Huhu

Bos geng, paling gak suka liat emaknya pegang hape, ish ish ish

Terus kenapa mau susah-susah buat ngeblog sampai dibelain gak tidur, jari keriting karena ngetik panjang-panjang di ponsel, eh gak ada yang baca pulaak? Mending nulis diary aja kan sama-sama buat curhatnya.

Jadi dulu saat awal ngeblog sebelum vakum, saya sering dapet message dari pembaca blog saya, ada yang suka puisi saya, ada yang terbantu dengan review yang saya tulis, ada juga yang sekedar pengen kenalan. Selain itu karena aktivitas blogwalking saat ngeblog saya jadi punya teman baru dengan beragam latar belakang yang alhamdulillah beberapa di antaranya saat ini masih keep contact. Dan yang paling menggiurkan adalah dulu saya sempat beberapa kali memenangkan kontes atau giveaway untuk blogger, mulai dari kontes menulis sampai giveaway yang pemenangnya ditentuin dari aplikasi random itu pernah.

Meet up with beauty blogger femes dari Jogja, wanita dibalik jenganten.com, ditraktir pulaak, haseeek! 

Seneng kan kalau ternyata postingan kita membawa manfaat untuk orang lain? Seneng juga kan kalau bisa nambah temen? Dan pastinya seneng banget donk kalau dapet hadiah gratees? Nah makanya saya sekarang mau seriusin ngeblog lagi, saya berniat mengembalikan peluang yang pernah saya raih dulu, jadi yuk ciptakan peluangmu juga!


Tulisan ini diikutsertakan dalam "Giveaway Cerita di Balik Blog"

4 komentar:

  1. Hihihihi aku dooong sampe sekarang masih labil... dari beauty sampe review mobil, ditulis! wkwkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku jg gitu sih, tp setidaknya lebih fokes yg mau dipost, kalau dulu isinya nyampah mulu, hehe

      Hapus
  2. Terima kasih Meriska sudah ikutan GAku, tetap semangat ngeblog ya. Meski serius ngeblog, yuuk tetap fun saat blogging :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih mbak sudah berkunjung, jangan lupa menangin aku ya, wkwk maksa!

      Hapus

Hai, terimakasih sudah berkunjung. Komentar boleh, Nyepam jangan, :)