Jumat, 15 Desember 2017

Because This is My First Life


Because This is My First Life, begitulah judul drama korea yang baru-baru ini saya tonton. Salah satu drama yang membuat saya sulit move on. Tiap hari buka youtube untuk memutar soundtrack dari drama ini.

Menceritakan tentang kisah cinta dua orang dewasa yang terikat dalam pernikahan kontrak. Sesuai judulnya, di tiap episodenya ditampilkan pengalaman pertama tentang suatu hal dalam hidup sang pemeran utama.

Oke, cukup sampai situ aja cerita tentang drama koreanya, karena saya bukan mau mereview tontonan dari negeri gingseng ini melainkan saya mau menuliskan resolusi di tahun 2018 nanti.

Lah trus apa hubungannya drama korea sama resolusi 2018?

Jadiii, gara-gara nonton Because This is My First Life ini, saya jadi kepikiran untuk membuat resolusi 2018 tentang hal yang akan saya lakukan pertama kali dalam hidup.

Sebelum menjabarkan apa saja resolusi 2018 saya, enaknya sambil dengerin salah satu soundtrack dari drama ini deh, biar lebih menjiwai *halah*

"The air is different from yesterday, everything has changed. I'm different from yesterday. Where should i go?"

Naik Pesawat bersama Keluarga


Waktu masih rutin mudik ke Lombok, saya sudah sering naik pesawat terbang. Pun begitu dengan suami, dia juga sering bolak balik naik pesawat saat melakukan perjalanan dinas. Tapi kami malah belum pernah bepergian menggunakan pesawat dengan anak-anak.

Alif sendiri sudah pernah mencoba berbagai moda transportasi, dari bus, kereta, sampai kapal laut. Tapi cuma pesawat aja nih yang belum kesampaian sampai sekarang. Selain itu saya dan suami sudah lumayan ahli menangani anak-anak saat naik kendaraan umum lain, tinggal pesawat aja nih yang belum ngerti bakal seperti apa reaksi anak-anak saat di udara. Bakal rewel kah, tetep anteng kah, atau malah excited?

Pulang Kampung ke Lombok


Ceritanya saya agak jealous nih, karena anak-anak tumbuh di lingkungan keluarga suami. Tiap minggu selalu mudik ke Malang sampai Alif udah hafal banget sama rutenya. Saya kan juga pengen ngenalin ke anak-anak tempat mamanya dibesarkan. Sekalian silaturahmi dengan kerabat di sana karena sudah lama sekali saya gak pulang ke Lombok.

Sebenarnya rencana awalnya tahun ini kami akan berlibur ke Lombok tapi karena saya hamil lagi, jadi rencananya ditunda dulu lah. Biaya liburannya ditabung untuk persiapan lahiran. Semoga aja tahun 2018 bisa kesampaian ke Lomboknya. Sudah rindu sekali dengan angin pantai yang sepoi-sepoi, ombak yang tenang, dan sunset Lombok yang keemasan.

Mulai Investasi


"Orang tuamu udah susah-susah banting tulang supaya kamu bisa kuliah, tapi ujung-ujungnya kamu malah gak kerja"

Familiar gak dengan kalimat tersebut atau sejenisnya?

Saya termasuk yang sering menerima kalimat tersebut karena setelah melahirkan, saya memutuskan untuk berhenti bekerja. Dari dulu saya didoktrin bahwa kelak ketika bekerja saya harus ikut membiayai sekolah adik saya dan mengirimkan uang pada orang tua saya. Maka ketika tak bekerja lagi, saya dianggap sebagai anak yang tak tau balas budi. Padahal orang tua saya sendiri aja gak mempermasalahkan soal saya yang berhenti bekerja.

Dan tentu saja saya sedih selalu diserang dengan pernyataan itu. Sepertinya hubungan antara orang tua dan anak hanyalah sebatas urusan utang piutang di mana orang tua sudah membesarkan dengan baik maka ketika dewasa, anak harus membayar semua yang telah mereka habiskan. Padahal yang menginginkan kehadiran anak kan orang tua juga, membiayai kebutuhan anak kan memang tanggung jawab kita sebagai orang tua.

Oleh karena itu saya gak mau kelak saya menjadi orang tua yang bekerja keras pontang panting cari uang untuk membiayai sekolah anaknya, saya mau menjadi orang tua yang memiliki persiapan matang untuk pendidikan anak. Sehingga mulai sekarang saya sudah berfikir untuk berinvestasi jangka panjang demi mencukupi biaya sekolah anak-anak saya kelak. Mungkin saya akan memilih investasi berupa reksadana seperti kebanyakan orang tua, atau membeli logam mulia. Yah pokoknya tahun depan harus diniatkan untuk menabung dana pendidikan karena Alif sudah masuk usia sekolah.

Memiliki Passport



Dulu saat GPS atau google map belum ngetrend, saya pernah bertanya pada Papa, gimana kalau kami nyasar saat bepergian keluar kota. Dan Papa menjawab, "nyasar-nyasar masih di Indonesia juga"

Maksud Papa, kalau pun nyasar asalkan masih di Indonesia mah gak perlu khawatir. Bahasa ibunya masih sama, kita masih bisa bertanya pada penduduk atau aparat sekitar tanpa terkendala bahasa. So that's why, i wanna get lost!

Tapi bukan ilang beneran ya! Saya pengen menjelajahi kota yang berbeda bahasa, beda kultur, dan peraturan dengan yang ada di Indonesia. Yupz, pengen banget ke luar negeri.

Cuma karena biaya pesawat ke luar negeri itu mahal kan ya, setidaknya buat kantong saya, hehe. Apalagi saya kan harus pergi bersama keluarga cemara alias sama anak dan suami, jadi bakal makin bengkaklah pengeluaran kami untuk tiket doank. Oleh karena itu tahun depan targetnya bisa punya passport dulu lah, ke luar negeri target di tahun selanjutnya. Slow but sure aja.

Traveling ke Kota yang Belum Pernah Dikunjungi


Selain ingin jalan-jalan ke luar negeri, tentunya saya juga ingin menjelajahi sisi lain Indonesia donk. Tiap tahun agenda liburan kami sekeluarga selalu mentok ke situ lagi ke situ lagi, paling sering ke Jogja. Udah kayak pulang kampung aja, hampir tiap tahun ke kota gudeg ini. Oleh karena itu tahun depan saya ingin mencari suasana baru dengan mengunjungi destinasi yang sama sekali belum pernah kami datangi. Mungkin Bandung atau Belitong, atau mana aja deh yang belum pernah kami sambangi, kota kecil seperti Wonosobo, Jepara, atau Banyuwangi juga boleh.

Dilihat-lihat sepertinya resolusi saya kebanyakan soal traveling ya? Hehe.

Karena menurut saya, traveling itu cara paling menyenangkan untuk mengajarkan anak-anak tentang cara beradaptasi, bertahan hidup, bersosialisasi, menambah kosa kata baru, dan segudang pengalaman lainnya. Asalkan kita sebagai orang tuanya juga dalam kondisi prima. Karena sakit ketika sedang traveling itu tentu saja akan menjadi pengalaman yang sama sekali tidak menyenangkan. Oleh karena itu selalu sedia vitamin seperti Theragran-M untuk menunjang kesehatan kita terutama ketika sedang melakukan perjalanan.

Fungsi utama Theragran-M sendiri adalah sebagai vitamin yang bagus untuk mempercepat masa penyembuhan. Biasanya begitu berasa gak enak badan, pak suami langsung mengkonsumsi Theragran-M ini, sehingga gak perlu waktu lama untuk sembuh. Emang sih, kalau sakit jangan lama-lama ya, karena bisa mengacaukan semua aktivitas kita.


Sejatinya hidup kita ini adalah yang pertama sekaligus terakhir untuk kita jadi hiduplah sebaik-baiknya, cari pengalaman sebanyak-banyaknya, dan jaga kesehatan seterusnya.

And because this is my first life, i will do my best!

"...the light has disappeared from the small hand, but small flower blooms again. Let's go find the morning sun..." - Shelter (Ost. Because This is My First Life)



Disclaimer:
 Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan olehBlogger Perempuan Network dan Theragran-M.

29 komentar:

  1. wkwkwk.. sama donk resolusi saya jg selalu banyak travelingnya tapi seringnya gak terlaksana karena kerjaan :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. coba resolusinya ditulis mbak terus ditaruh di tempat yang sering kelihatan siapa tau jadi lebih niat wujudinnya, hehe

      Hapus
  2. Aku baru aja selesai nonton dramanya. Aku juga jadi mikir beberapa hal setelah nonton episode akhirnya :)

    BalasHapus
  3. Saya juga...hm, bisa dikatakan, pingin dan suka nyasar di luar negeri. Alhamdulillah sudah pernah sih, keluar negeri dan nyasar.

    Awalnya ya khawatir, tapi alhamdulillah...setelah selamat malah ngerasa keren trus ketagihan untuk menyesatkan diri. Maksudnya sih, menantang diri untuk gak takut kemana-mana, gak takut nyasar.

    Karena saya udah terkenal buta arah wkwkkww.

    Anyway mbak, semoga sehat terus ya bayinya (dan ibunya juga ^^)

    BalasHapus
    Balasan
    1. asal jangan buta karena cinta *halah*

      Hapus
  4. Traveling caraku juga utk ngajarin anak ttg geografi, ttg disiplin, ttg budaya dan banyak hal :). Dijamin anak2 bakal seneng bgt kalo bisa melihat tempat2 baru mba, apalagi kalo tempatnya mungkin bener2 jauh berbeda dr tempat yg biasa dia tinggali :) .

    Sama, resolusiku 2018 pun kebanyakan soal traveling :D. Cuma ini yg bikin aku slalu semangat kerja soalnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. mbak Fany, baru awal tahun aja udah traveling ke Hongkong, huhu

      Hapus
  5. Aku belum kepikiran mbak resolusi tahun 2018, hahaha.

    Tapi kalau untuk liburan aku udah ada rencana (udah beli tiket pesawatnya) buat ke langkawi, singapore, perth sama ke bali. Mungkin ditambah destinasi kecil lainnya kalau lagi gak males, hahaha

    btw, kalau buat passport lebih baik kalau udah pasti mau jalan aja mbak, soalnya sayang kan passport kosong beberapa bulan. Lagian buat passport sekarang udah gampangkan, seminggu aja jadi :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh masuk ke kopernya gak mbak? :D

      oh gitu ya mbak, maksudnya biar budget yang dikeluarin gak langsung banyak gitu jadi bikin paspor dulu, heuheu

      Hapus
  6. semoga selalu sehat jadi bisa jalan-jalan terus.

    BalasHapus
  7. aku ingin lebih banyak rejeki.. dan jalan-jalan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin.. semoga harapan kita terwujud yaa :)

      Hapus
  8. Travelling ke kota yang belum pernah dikunjungi itu jadi resolusi ku juga di 2018 :)

    BalasHapus
  9. Bismillah y mbak.. semoga segala target ny segera terwujud.. Ayo traveling.. hehe

    BalasHapus
  10. Wah, semoga diberikan kesehatan selalu ya mbak biar bisa traveling bersama keluarga

    BalasHapus
  11. aku dulu juga takut pas pertama kali ngajak anak naik pesawat. ternyata bisa anteng kok hehehe

    BalasHapus
  12. Iya mbak, bikin passpor dulu. Ntar bisa ada rejeki ga diduga. Aku dulu make paspor pertama kali gara2 dapet undangan summer school. Salam kenal mbak

    BalasHapus
  13. Kupikir review Drama hehe..
    Selamat Tahun Baru 2018. Semoga resolusi kita terlaksana dan bermanfaat. Aamiin..Sehat-sehat terus yaaa

    BalasHapus
  14. Semoga semua resolusinya dapat terwujud mba...

    BalasHapus
  15. Traveling ke kota yang belum pernah dikunjungi? Wah, saya belum berani pergi jauh karena anak masih kecil, mungkin tahun depan baru berani bikin resolusi itu. Btw, semoga semua resolusinya tercapai ya mbak,amiin

    BalasHapus
  16. Emang kalo traveling pas sakit itu nggak enak.
    Semoga resolusinya terwujud semuanya yaaaa, selamat tahun baru ;)

    BalasHapus
  17. Akupun baru kelar nonton dramanya. Dan itu pesannya lumayan menohok buat aku. Jadi mikir buat resolusi taun 2018 sekalian deh :D

    BalasHapus
  18. Sebenarnya dari taun kmrn mau prepare buat passport juga, tapi masih belum tau mau kemana wkwkwk

    BalasHapus
  19. Saya juga suka nonton drama korea juga mba hehehe. Terakhir saya nonton yang judulnya Go Back Couple. Drakornya bagus banget tentang kehidupan sehari-hari berumah tangga. Oh ya, semoga resolusinya berhasil ya mba 🙏

    BalasHapus
  20. Resolusi saya menggunakan paspor aja deh. Itu paspor ada tapi masih kosong. Hehehe... Semoga terwujud resolusinya ya, Mbak. Saya juga nonton dramanya :D

    BalasHapus
  21. Salfok sama judulnya, kirain mau ngereview drakor mbak,,soalnya akupun lagi nonton hehe..kebetulan banget.

    Kayaknya resolusi 2018 juga pengen mulai investasi di reksadana ah..soalnya nggak cukup hanya dengan menabung kan ya mbak?

    BalasHapus
  22. Amiiin ... semoga tercapai semua impian itu ^_^

    BalasHapus
  23. Aku juga baru mau bikin passport bulan ini mba, nyesel aja kenapa nggak dari dulu bikinnya. Semoga semua resolusinya tercapai ya.. Aamiin.

    BalasHapus

Hai, terimakasih sudah berkunjung. Komentar saya moderasi ya, capek cyiin ngehapusin komentar spam :D

Kalau ada pertanyaan, silahkan kirim email ke MeriskaPW@gmail.com atau Direct Message ke instagram @MeriskaPW, sekalian follow juga boleh :p