Minggu, 21 Agustus 2016

Roadtrip Madura: Menikmati Sore di Bukit Jaddih dan Goa Pote'

Assalamu'alaikum,


Lanjut cerita liburan singkat ke Madura kemarin yaa!

Baca Juga: Nya Lete', Kuliner Bangkalan Selain Bebek

Kami selesai makan siang di Nya Lete' sekitar pukul 14.15, dan saat itulah saya merasa galau, mau kemana kita dengan sisa waktu yang tinggal sedikit ini.

Beberapa waktu lalu, saya membaca sebuah postingan di facebook tentang pengalaman si penulis postingan yang berhasil lolos dari peristiwa pembegalan sepulang dari salah satu tempat wisata di Madura bersama rombongannya saat mengendarai sepeda motor.

Konon kabarnya objek wisata di Bangkalan kebanyakan harus melewati daerah sepi yang rawan tindak kejahatan. Banyak yang menyarankan untuk keluar dari area wisata paling lambat siang hari.

Lah kita?

Udah sore baru mau berangkat. Bunuh diri banget mah namanya, haha

Meski galau banget, tapi saya diem aja gak mau ngasi tau suami soal berita pembegalan tersebut. Ntar dia malah lebih was was lagi timbang saya, terus langsung ngajak pulang, wkwkwk.

Dengan mengucap Bismillah dan berdoa semoga diberi keselamatan, akhirnya saya putuskan untuk mengunjungi bukit kapur Jaddih, karena di sana ada kolam renang serta pemandangannya ciamik punya kalau lihat foto-foto yang tersebar di instagram.

Bukit Jaddih ini terletak gak jauh dari pusat kota Bangkalan, cuma berjarak waktu sekitar 25 menitan dengan kondisi jalan yang bagus. Tapi di separuh perjalanan, kita harus melewati jalanan kampung yang agak sempit dan berkelok-kelok serta banyak polisi tidurnya, jadi kalau naik kendaraan gak bisa ngebut.

Kabar buruknya adalah kampung menuju bukit Jaddih itu sepi banget, dikelilingi hutan bambu dan salak. Selain itu rumah penduduk yang satu dengan yang lainnya jaraknya berjauhan.

Begitu memasuki kampungnya saja, suami langsung komentar, "wuih, sepi banget"

Dan itu bikin saya semakin was was.

Sampai akhirnya kami melewati Pasar Socah yang ramai, di sana hati saya mulai lega, meskipun tetep aja ada rasa khawatir karena kita kan belum juga sampai di tempat tujuan.

Ternyata lokasi bukit Jaddih gak jauh dari pasar berada. Memasuki area wisata, kami ditarik uang masuk sebesar 2ribu saja, sepertinya sih pungutan liar dari warga setempat. Setelah itu kita masih harus melewati jalanan berkapur dengan kondisi bergelombang sejauh 200 m. Kemudian, akan bertemu dengan jalan bercabang, kiri ke arah kolam renang, kanan ke bukit jaddih. Dari persimpangan ini kita sudah bisa melihat keindahan bukit kapur.


Waktu itu kami memilih untuk mengunjungi bukit kapur dulu sebelum berenang, jadi suami pun mengarahkan mobil ke arah kanan. Baru jalan sebentar menuju bukit kapur, saya sudah dibuat terkesima dengan keindahannya.



Di sebelah kanan dan kiri jalan terdapat danau alami yang sepertinya terbentuk karena cekungan akibat penggalian bukit kapur. Langit sore yang sedang cerah-cerahnya saat itu semakin menambah keindahan di bukit Jaddih. Saya pun meminta suami untuk berhenti di dekat danau. Yaa gak usah ditanyalah ya buat apa, mau foto-foto dulu lah, haha.



Gak lama setelah kami berhenti, ada rombongan mobil mewah yang lewat menuju ke bagian atas bukit kapur. Dan saya pun merasa lebih tenang saat itu, karena ini aja mobil mahal berani ke Jaddih sore-sore, apalah saya yang cuma make mobil murah, orang mau mbegal pasti pilih-pilih juga, haha.

Gak ding, aslinya sampai sore bukit jaddih masih ramai dengan pengunjung, baik bermotor dan bermobil. Kabar soal preman di tempat wisata juga gak saya alami, malah warganya pada baik-baik semua kok. Yaa meskipun masih ada pungutan liar sih.



Balik ke cerita, setelah puas foto-foto di dekat danau kami pun lanjut menjelajahi bukit Jaddih di bagian atas. Dan ternyata, pemandangan di atas, jauuuhh lebih cihuy lagi.

Sejauh mata memandang, didominasi oleh warna putih bersih yang berasal dari bukit kapur. Bagus banget lah pokoknya buat foto-foto, berasa di luar negeri. Well, di Jaddih ini memang tak ada yang bisa kita lakukan selain foto-foto. Oleh karena itu bukit ini menjadi lokasi populer di kalangan maniak instagram karena pemandangannya yang instagenic punya.



Sebenarnya di balik keindahan bukit Jaddih ini, ada luka bumi yang tertoreh, karena aslinya bukit ini adalah lokasi penambangan kapur liar. Dulunya tempat ini ya cuma bukit kapur biasa yang pada akhirnya diambil bagian per bagian tubuhnya sehingga menciptakan lanskap baru yang indah. Di satu sisi, bukit ini bisa jadi objek wisata yang bermanfaat untuk ekonomi penduduk sekitarnya, di sisi lain, eksploitasi yang ada di bukit ini sama halnya dengan merusak bumi.

Serius banget ya omongan saya? Maklum mantan anak teknik yang jurusannya nyerempet-nyerempet masalah lingkungan *kayak bener aja pas kuliah, haha*


Di bagian atas bukit Jaddih, kita akan ditarik uang retribusi lagi kalau memarkirkan kendaraan di sini, yang sepertinya lagi-lagi ini pungutan liar. Tapi saya gak tau berapa biayanya, karena kami memutuskan untuk gak turun dari mobil dan langsung lanjut menuju ke kolam renang. Tapi kemudian,saya nyesel gak foto-foto di sini padahal viewnya kece, haha.


Masuk area kolam renang Goa Pote', kami ditarik biaya masuk sebesar 35 ribu sudah termasuk parkir mobil. Nah kalau yang ini resmi ya, karena dapat tiket masuknya.

Dari loket kolam renang, kita masih harus melajukan kendaraan menurun ke bawah dan yang unik sebagian besar parkiran kendaraan berada di dalam goa yang mengelilingi kolam renang. Mungkin dinamakan Goa Pote' karena kolam renang ini dikelilingi oleh goa kapur kali ya? *sotoy*


Gak ada yang istimewa dari kolam renang Goa Pote' sebenarnya. Cuma kolam renang biasa yang cukup luas dengan 3 buah perosotan di salah satu sisinya. Kelebihannya memang ada di view dinding kapur sebagai background kolam renang yang membuat kolam ini terlihat artistik kalau di foto, eeaa lagi-lagi soal foto ya? Susah emang musuh orang narsis, haha.


Di sekitar area kolam renang ada beberapa pedagang cemilan ringan serta persewaan ban dan pakaian renang dengan biaya sewa mulai dari 10ribu saja.

Namun yang disayangkan, air di kamar mandi Goa Pote' saat kami datang sedang mati, jadi cuma bisa ganti baju tanpa bilas badan.



Di Goa Pote' yang renang cuma suami dan Alif, saya cukup menjadi penunggu tas dan tukang foto soalnya lagi tiiiittt *biasa wanita, haha*

Awalnya Alif gak tertarik sama sekali untuk renang di Goa Pote'. Emang dari dulu Alif paling susah diajak renang karena rata-rata kolam renang di Malang kan airnya dingin-dingin ya, jadi dia kayak udah parno duluan kalau liat kolam.

Akhirnya, dengan sedikit pemaksaan dan pakaian yang masih utuh, Alif pun kami ceburkan ke kolan renang. Eh ternyata air di kolam renang Goa Pote' gak dingin sama sekali, tapi bukan yang hangat juga sih, pas lah ya, dan Alif pun jadi betah kumkum sampai gak mau mentas, haha.


Memasuki pukul 4 sore, tiba-tiba langit terlihat mulai mendung, kami pun memaksa Alif untuk menyudahi renangnya. Benar saja, gak lama setelah kami beranjak dari Goa Pote' hujan deras langsung turun.



Perjalanan kami pulang dari bukit Jaddih, Alhamdulillah lancar meski hujan. Gak pake ketemu begal atau mengalami kejadian buruk terutama yang berhubungan dengan tindak kejahatan. Jadi, gak perlu khawatir buat yang mau berwisata ke Bukit Jaddih. Pokoknya jaga sikap dan tetap waspada aja.




25 komentar:

  1. Hallo assalaamualaikum tanteee...salam kenal.

    Btw bukit nya indah juga, jd pengen ksana :V

    BalasHapus
  2. klo inget2 madura panasnyaaaaa. kolam kayak gitu disana semacam oase di sana ya hehe..
    .
    sayang bgt kabar mengenai begalnya, malah merugikan bnyak hal, sama kayak dulu di kab.lampung krna ada tindak kejahatan sekali, tempat wisatanya jadi sepiiiiii

    BalasHapus
  3. Waw...imaging banget, susananya jadi indah, serba putih.

    BalasHapus
  4. Bagus mbak. Baru tau ada tempat wisata kaya gitu di Madura.

    Btw, salam kenal

    BalasHapus
  5. Tempatnya angker, kalau menurutku jauh dari rasa terkesima. Ih takut dipenggal ah.

    BalasHapus
  6. Aku pernah liat tayangan tentang kolam renang ini mba. Kolam renangnya menampilkan pemandangan yang beda ya. Dulu pas ke Madura belum tahu ada tempat kayak gini :)

    BalasHapus
  7. wah, kok kaya negeri sodom yah bukitnya :)
    kereeen....

    BalasHapus
  8. Wah makin ke bawah foto2nya makin keren makin semangat mbaca eh tau2 tulisannya abis. Bubarrrr

    BalasHapus
  9. Alhamdulillah nggak ada begal ya, Mbak. Ya, semoga keamanan semakin terjaga. Agar lestari wisata di sana. Tentang begal semoga hanya mitos belaka.

    BalasHapus
  10. Memang kemanapun harus jaga adab ya mba, saya jg pernah ke kalimantan dan banyak bgt mitos2 tapi Alhamdulillah selama kitanya lempeng, aman2 saja ��

    BalasHapus
  11. Pemandangannya stunning sekali. jadi tampak eksotis ya dinding2 kapurnya.

    BalasHapus
  12. Aggghhh kolamnya bgs.. dikelilingi bukit kapur gitu yaaa... :) mana gede pula..anakku pasti suka nih berenang di sana mbak.. jgnkan dia, emaknya aja pgn nyebur liat perosotannya :D

    BalasHapus
  13. Masya Allaahhh..bagus banget bukitnyaaa <3 <3 <3
    Serasa di manaaa gitu ya. Aku asa saudara juga di Bangkalan. Kalau suatu saat ke sana, tempat ini bisa jadi referensi untuk dikunjungi nih. TFS Mba Mer^^

    BalasHapus
  14. Keren juga yaa bukit Jadih. Jadi pingin ke Madura. Tiga kali ke Surabaya aku selalu gagal sampe Madura. Huhuu

    BalasHapus
  15. Mbakkkkk ketemu lagi mbak..hehe... Mbak sekarang dimana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak aku lanjut S2, sekarang banyak tempat menarik ya mbak di jatim.hehe

      Hapus
  16. Kalo renang di Malang ampun dah, hahaha belum nyemplung juga uda brrrrrr dingin ya mba.

    BalasHapus
  17. Ini Madura? Dan ada tempat sekeren ini di Madura? Baru tahu.

    BalasHapus
  18. Ini Madura? Dan ada tempat sekeren ini di Madura? Baru tahu.

    BalasHapus
  19. Gersang banget, ngebayangin panas nya pasti juara
    Btw meskipun sudah sore, kamu yang bunuh diri yoooo, inget ama TUhan #laluDigampar

    BalasHapus
  20. Bukanya sampai malam kah Mbak kolam renangnya? Btw Bukit Jaddih itu tepatnya dimananya Madura Mbak? Jauh gak kalau dr Surabaya? thx

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sampe sore aja mbak, kemaren jam 4 udah mulai sepi..

      Gak mbak, di daerah Bangkalan, gak jauh dari kotanya kok.. sekitar 1 jam kayaknya kalo dari SBY, :D

      Hapus
  21. Seruuu tp kayanya panas bgt itu

    BalasHapus
  22. buset bekas tambangnya jadi kolam renang

    BalasHapus

Hai, terimakasih sudah berkunjung. Komentar boleh, Nyepam jangan, :)