Jumat, 30 Oktober 2015

Kios Bunga Barokah, Batu: Supermarketnya segala jenis tanaman

Assalamu'alaikum,


Sepulang dari Selecta, ibu mertua masih pingin mampir beli bibit pohon mangga karena kapan hari pohon mangga di rumah yang usianya udah berpuluh tahun terpaksa ditebang karena batangnya semakin lapuk dan sering patah jadi dianggap sudah membahayakan.


Akhirnya kakak ipar kedua yang memang bekerja di wilayah batu, membelokkan mobil ke kios bunga barokah. Kalau dari arah selecta tempat ini ada di kanan jalan.





Berbeda dengan lapak-lapak tanaman pada umumnya yang biasanya dibangun di atas trotoar pinggir jalan atau pun kalau berupa lahan pribadi, tanaman yang dijual terkesan asal taruh aja, penataan tiap tanaman di kios bunga barokah ini benar-benar rapi dan teratur.


Selain bunga-bungaan, kios bunga barokah juga menjual berbagai jenis tanaman seperti pohon buah, kaktus, rumput-rumputan dan beberapa tanaman hias.






Ini untuk pertama kalinya saya ke kios bunga barokah, maklum belum tinggal di rumah sendiri jadi gak tertarik buat hunting taneman. Agak kaget juga ternyata tempatnya lumayan luas sampai ke belakang, dari depan keliatannya kecil dan isinya cuma taneman hias dan beberapa bunga dalam pot kecil, eh ternyata isinya lengkap juga. Beberapa tanaman yang dijual dikelompokkan menurut jenisnya dan diletakkan di tempat berbeda. Di bagian ini khusus taneman jenis A, dibagian itu taneman jenis b, dan seterusnya.


Tiap bagian dipisahkan oleh jalan paving block yang cukup lebar, benar-benar gak berasa lagi di tempat jualan taneman tapi kayak lagi jalan-jalan di taman yang asri. Pegawainya juga gak ada yang resek gimana gitu, kita dibiarkan jalan-jalan mengelilingi kios dan menikmati suasana sekitar. Ada beberapa gazebo yang disediakan untuk tempat beristirahat pengunjung, benar-benar memikirkan kenyamanan pengunjung ya.




Soal harga tanaman di sini, kayaknya sih standar ya, kalau kata kakak ipar dan ibu mertua sih murah. Saya benar-benar buta deh soal harga tanaman, wong gak pernah beli, kekeke.


Sayang di sini cuma sebentar karena tokonya mau tutup dan hari juga semakin sore. Ibu mertua berhasil membawa satu buah bibit pohon mangga seharga 35 ribu saja, padahal harga awal yang ditawarkan seharga 75 apa 85 ribu gitu. Ibu mertua juga gak pake nawar awalnya, gak tau tuh kakak ipar saya ngomong apa ke kasirnya bisa sampai turun setengah harga. Perlu ditanya jurusnya nih, hehe.

3 komentar:

  1. Saya baru ngeh kalau pasaran harga bibit mangga itu cuman 75-85k. Padahal kalau ditanam bisa menghasilkan buah yang harga jualnya cukup mahal. Bagus banget ide ibunya Meymey untuk menanam mangga. Selain untuk sumber gizi keluarga, bisa juga jadi sumber penghijauan lingkungan. Salam buat ibunya ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pingin banget ke malang, tapi susah waktu nya... Lagi memulai dagang tanaman hias di Sulawesi Tengah... Terima kasih infonya

      Hapus
    2. Pingin banget ke malang, tapi susah waktu nya... Lagi memulai dagang tanaman hias di Sulawesi Tengah... Terima kasih infonya

      Hapus

Hai, terimakasih sudah berkunjung. Komentar boleh, Nyepam jangan, :)