Sabtu, 17 Oktober 2015

Anak Comberan

Assalamu'alaikum,

Mau sedikit bernostalgia (ceileh) tentang masa kecil saya yang sempat membuat mama saya frustasi sampai berniat untuk memasukkan saya ke panti asuhan, haha.

Waktu kecil saya termasuk anak yang dibiarkan oleh orang tua saya, kasarnya gak begitu terurus. Mama dan papa saat itu menjalani Long Distance Marriageship, saya tinggal bersama mama yang juga bekerja dan di rumah tak ada ART atau keluarga yang menjaga saya. Jadi ya udah kalau sekolah dibiarkan berangkat sendiri, pulang sekolah dibiarkan juga maen sampai wajah "abang ireng" udah gak jelas bentuknya. Maklum aja jaman dulu kan tindak kejahatan belum seedyan sekarang.

Foto masa kecil yang tersisa



Tinggallah mama yang harus mengelus dada tiap melihat saya pulang dari bermain. Beberapa kali saya dibopong oleh tetangga karena jatuh dari selokan dan lecet berdarah di sepanjang kaki. Belum kalau hujan turun, langsung hora hore sama anak-anak lain karena artinya kita bisa renang gratis, di selokan, hahah. Padahal ya itu selokan butek dan sekaligus jadi tempat pembuangan limbah rumah tangga orang seperumahan. Pantes aja waktu mama mendapati saya sedang kecipak kecipuk di selokan jadi marah besar.

Dan yang paling juara adalah ketika saya terperosok ke sumur. Jangan bayangin sumur yang airnya bisa ditimba itu. Tapi bayangin sumur yang isinya air comberan alias septictank, hahaha.

Jadi suatu malam, saya diajak nenek untuk menghadiri acara sunatan anak tetangga. Baru sampai tempat acara saya langsung kabur untuk bermain dengan anak-anak lain. Kali itu kita main petak umpet. Waktu sedang berlari ke arah halaman belakang rumah orang untuk mengumpet, saya melewati tumpukkan anyaman bambu dan jebluuuk saya langsung jatuh ke dalam sumur.

Cukup lama saya berteriak-teriak sambil menangis sampai akhirnya pemilik rumah mendengar teriakan saya dan menolong lalu membawa saya kepada nenek yang masih eksis di kondangan.

Sampai rumah saya diomeli oleh nenek dan mama habis-habisan, huhu. Masa kecilku sungguh berwarna, warna butek air comberan.

Saya sekarang, ibu dari seorang batita yang mulai pencilakan, tapi jangan berurusan sama comberan kaya mama ya nak! Bisa kejang-kejang nanti saya, wkwk

Tulisan ini diikutsertakan dalam "Pena Cinta First Giveaway

2 komentar:

  1. Wah mamanya suka main comberan ya

    Terima kasih sudah ikutan mba

    BalasHapus

Hai, terimakasih sudah berkunjung. Komentar boleh, Nyepam jangan, :)