Kamis, 17 September 2015

Wisata Gunung Kelud

Assalamu'alaikum,

Ingat kediri pasti ingat simpang lima gumul, eh bukaaan, ingat wisata gunung kelud donk, hihihi. Gunung kelud adalah gunung yang berada di antara tiga wilayah, yaitu Malang, Blitar dan kediri n surrounding (dan sekitarnya aja gaya pake bahasa enggres, wkwk)


Kalau gak salah secara administratif gunung kelud masuk dalam wilayah Blitar (cmiiw ya), tapi ancer-ancer dan akses yang paling gampang ditempuh menurut saya adalah melalui Kediri.


Tinggal arahkan kendaraan ke simpang lima gumul, dari sana bakal keliatan dah tuh papan petunjuk jalan menuju gunung kelud, setelah itu gampaaang, papan penunjuk sepanjang perjalanan banyaaaak tinggal ikutin aja.


Dari simpang lima gumul membutuhkan waktu kurang lebih setengah jam saja dengan kondisi jalan yang 85% mulus sampai pada loket pintu masuk wilayah gunung kelud.


Dari loket masuk area gunung kelud, kita masih harus menjalankan kendaraan sampai parkiran mobil atau motor yang berada di wilayah atas mendekati puncak gunung kelud dan membutuhkan waktu sekitar 15 menit dengan medan yang berliku dengan tanjakan yang cukup terjal.


Tiket masuk gunung kelud adalah
8ribu saat weekday dan 10 ribu untuk weekend, pleus biaya parkir mobil 5ribu dan motor 2-3ribu, lupa! Hehe.


Jangan lupa untuk mencoba jalan misterius yang fenomenal itu. Jadi saat berangkat jalan ini kelihatannya menurun, tapi ketika kendaraan dalam keadaan di-nol-kan tanpa digas apalagi direm, kendaraan kita bukannya meluncur turun tapi seperti tertarik mundur ke atas.

Ini kita sama mobil depan itu lagi jalan mundur lho sendiri lho, padahal jalannya kelihatan naik ya? Ajaib!


Karena saat itu kita naik mobil jadi kita harus mengantri untuk menunggu dapet tempat parkir di semacam rest area gitu. Di sini kita udah bisa melihat view gunung kelud tapi masih dalam jarak pandang yng agak jauh alias belum begitu jelas.

View dari tempat ngantri parkir mobil


Jadi mobil bisa masuk parkiran kalau ada mobil lain yang keluar dari parkiran atas. Oleh karena itu sangat disarankan untuk datang ke gunung kelud agak pagi jika menggunakan mobil. 


Parkiran mobil di atas sangat terbatas, kalau agak siangan dikit jumlah mobilnya udah membludak, parkiran mobilnya dialihkan di dekat loket masuk. Dari loket kita harus naik angkot sampai parkiran mobil yang di atas.


Waktu itu kita sampe gunung kelud sekitar jam 9 pagi, antrian parkirnya belum terlalu banyak. Sambil mengantri parkir kita bisa foto-foto dulu atau sekedar membeli cemilan di beberapa warung yang berdiri di sekitar rest area. Harga menunya murah-murah banjet!

Killing time = foto-foto, :D
Biarpun muka cuma seperempat yg penting ikut foto-foto

Sampai di parkiran mobil, kita masih harus berjalan kaki naik ke atas. Atau bisa juga menggunakan jasa ojek dengan tarif 15 ribu PP dari parkiran mobil sampai ke batas akhir kendaraan.

View dari area parkir mobil, di sini banyak berjejer lapak penjual oleh-oleh lho..

Jadi ceritanya ini kita mau jalan kaki dari parkiran mobil, terus tanya sama orang yg baru turun katanya perjalanan masih jauh, langsung balik arah nyewa ojek, wkwk


Dari batas akhir kendaraan pun perjalanan belum usai, masih harus mendaki lagi sampai akhirnya mencapai puncak gunung kelud, haha.

Jembatan di batas akhir kendaraan

Oleh karena itu paling enak ke gunung kelud naik motor, karena gak usah ngantri parkiran, bisa sampai batas akhir kendaraan jadi gak usah pake ojek apalagi angkot, dan bisa bebas berhenti di spot manapun buat berfoto atau sekedar menikmati view di sekitar. Kalau naik mobil gak bisa berhenti seenak udel, jalanannya sempit, bisa-bisa didemo kendaraan lain donk, huhu.


Menurut saya kondisi medan gunung kelud ini sangat mudah ya, jalanannya udah diaspal sampai hampir ke puncak. Asal kondisi fit dan kuat mendaki aja sih, gampang banget buat nyampai puncaknya. Tapi itu lah masalahnya, saya gak kuat ndaki sambil nggendong bocah kicik. Pak suami gak mau gantian gendong pas ndaki karena alesan dia ntar harus nyetir pulang sampai malang, huft.


Sebagai ibu-ibu realistis, akhirnya belum juga setengah jalan mendaki, saya memutuskan buat turun lagi alias nyerah, haha payah! Pokoknya udah pernah aja ke gunung kelud.

Cukup sampai di sini, wkwk

View di sisi lain, di batas akhir kendaraan agak atasan dikit, apaan sih!

Nak puncaknya masih jauh, kita pulang aja yuk! 😁

Mulai dari batas akhir kendaraan kita bisa liat view dari sisi kanan dan kiri jalan, tapi harus agak naik-naik dikit dulu, mayanlah ya ada effornya dikit, wkwk. Ini suami baru mau gantian gendong pas udah mau pulang, ckck


Btw karena letusan gunung kelud di tahun 2014 waktu itu yang cukup dahsyat, kondisi gunung kelud gak seindah dulu. Banyak hutan gundul dan lahan yang kosong berdebu terkena imbas letusan.


Padahal dulu kalau lihat orang-orang upload foto di gunung kelud, viewnya serba ijo-ijo cantik gitu. Nyesel juga gak dari dulu kesininya, padahal aksesnya lebih gampang timbang ke bromo.

Oya di samping loketnya dibangun sebuah museum tentang gunung kelud, rencananya abis dari atas kita mau mampir. Eh ndilalah parkirannya museum keliatan rame banget, batal deh ke museumnya.

Sepanjang penglihatan saya, ada 3 buah penginapan yang berdiri di dekat loket masuk gunung kelud. Mulai dari homestay sampai model boutique hotel gitu. Pengen deh kapan-kapan nginep di sana.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Hai, terimakasih sudah berkunjung. Komentar boleh, Nyepam jangan, :)