Senin, 13 April 2015

Backpacking ke Pacitan Part 2: Wisata Pantai, Kuliner, dan Goa Gong



Pagi itu saya bangun pukul 03.30 pagi, setelah siap-siap jam 4.30 kita udah keluar kamar dan jadi penghuni pertama yang menggangu staff hotel buat bukain pintu pager, hehehe.


Tujuan kita kali itu adalah berburu sunrise di pantai teleng ria dan pancer. Masih gambling, liat sikon pantai mana yang lebih bagus. Kedua pantai ini hanya berjarak 5 menit dengan kendaraan dari pusat kota pacitan.


Pantai pertama yang kita datangi adalah pantai teleng ria, karena yang kita lihat duluan papan petunjuknya pantai teleng ria.


Sampai teleng ria, sudah ada beberapa orang yang berjalan-jalan di sekitaran pantai. Ada juga yang baru keluar kamar hotel surf bay cottage, satu-satunya penginapan yang berada di dalam area pantai teleng ria. Sekaligus salah satu penginapan yang ada di wishlist saya, sayang kita kehabisan kamar saat itu, hikz.


Pantai teleng ria ini bagus banget kalau malem, berasa di bali deh karena pantai ini fasilitasnya udah lumayan modern daripada pantai lainnya, cahaya lampu hotel yang berwarna orens dan sebuah resto sekaligus cafe bernuansa etnik semakin memperkuat suasana romantis tempat ini.

Teleng ria ketika hari masih gelap, romantis banget suasananya


Karena hari masih gelap, kita memutuskan untuk pindah ke pantai pancer yang katanya lebih bagus.
pantai pancer terletak tak jauh dari pantai teleng ria, bisa dibilang masih satu lokasi. sebelum loket masuk teleng ria, ada gang kecil sebelah kiri, nah belok sana terus aja ikutin jalan. Setelah itu nanti ketemu camping groundnya pancer door, taman dan eco geopark nah setelah itu belok kanan. Sampe deh!


pantai ini sering digunakan peselancar pemula untuk bermain selancar karena ombaknya yang tak begitu besar.


Ternyata pantai pancer meskipun lebih bagus dari pantai teleng ria dan pasirnya berwarna putih kecoklatan, tapi sampah masih ditemukan di sepanjang pantainya, fyuuh. Gak bagus banget kalo dipake foto. Sampahnya bukan sampah yang dibuang dengan sengaja oleh pengunjung tapi sampah yang sepertinya terbawa ombak sampai ke tepian pantai.

Sunrise pacitan

Pantai pancer door, mataharinya malu-malu buat muncul


setelah sekian lama menunggu, akhirnya kita gak dapet sunrise yang bagus. Mungkin karena pagi itu agak mendung.


puas di pancer, kita memutuskan kembali ke teleng ria karena penasaran penampakan teleng ria saat hari sudah terang. Sebenarnya pengen ke eco geoparknya pancer, sayang belum buka. Bangunannya bagus banget sih keliatannya dari luar, kaya vila yang biasa dipake artis-artis nikah di bali itu. Hehehe.


Saat kita ke teleng ria, ternyata loket masuknya sudah dibuka jadi kita harus membayar tiket masuk sebesar Rp 12.000 Untuk berdua. Dan ternyata lagi, penampakan ketika hari gelap jauh lebih bagus. Huuuft, tau gitu gak usah balik.


Di teleng ria cuma bentar karena alif basah kuyub kecebur di pantai kehempas ombak, wkwkwk. Dan gak bawa ganti.

Pantai teleng ria, detik-detik sebelum alif kecebur.. wkwk


Yang lucu saat kita mau balik ke Hotel, kita mampir ke pom bensin buat ngisi BBM, lah kok lagi mati listrik dan pom bensinnya gak punya genset. Dan lagi, itu adalah satu-satunya pom bensin di kota pacitan. Whaaaattt? Terpaksa deh ngecer.


Sampai parkiran hotel, orang-orang pada berkerumun di deket tangga, kirain pembagian sarapan. Eh ternyata ada penjual batu akik yang menggelar dagangan, ckckck. Seketika saya langsung teringat suasana di lombok, tapi bedanya kalau di lombok yang di jual mutiara. Hehehe.


Saya yang gak tertarik buat melihat-lihat batu akik, tertarik sih tapi gak ada duit, wkwkwk, langsung naik ke kamar. Di depan kamar sudah tersaji 3 buah roti isi pisang, dua teh dan segelas kopi yang mulai mendingin. Agak terharu sih karena ternyata Alif juga dihitung keberadaannya. So sweeeet! Hha, gk penting.


Rencananya pukul 07.00 kita udah check out hotel biar bisa ndatengin tempat wisata yang ada di list kita. Tapi rencana tinggal rencana, setelah mbulet-mbulet syalalala akhirnya baru keluar kamar sekitar pukul 09.30. ngurus administrasi hotel sekalian tanya-tanya rute wisata di pacitan serta nitipin tas ke resepsionisnya. Di sini hati saya udah lumer dengan keramahan staff Bali asri, ramah buanget deh, kita bolak balik nanya gak ada sedikit pun dijawab dengan jutek.


Tujuan pertama kita adalah nyari brunch (breakfast+lunch) karena makan roti gak dihitung makan tapi ngemil, wkwk. Kita makan di rumah makan sari laut bu gandos yang terletak di atas pelabuhan ikan pantai teleng ria. Makan sego tiwul dan sate tuna yang merupakan salah satu kuliner khas pacitan. Rasanya lumayan enak, kata suami enak banget malah, porsinya juga banyak, saya sampai gak kuat buat ngabisin. Udah gitu kenyangnya juga bertahan cukup lama.

nasi tiwul dan sate tuna

View dari rumah makan bu gandos

Setelah kenyang, perjalanan kita lanjutkan untuk menyusuri pantai-pantai di pacitan. Saran saya kalau mau menyusuri pantai di pacitan lebih baik lewat jalur ke pantai teleng ria, trus naik sampai ketemu plang penunjuk arah ke pantai srau, watu karung, atau klayar. Nah itu belok kiri ngelewatin kebun, hutan, dan rumah penduduk. Sekitar 15 menit dari belokan nanti ada plang penunjuk jalan lagi, lurus ke srau belok kanan ke watu karung dan klayar. Intinya papan penunjuknya sangat-sangat jelas dan lengkap. Kalau langsung lewat jalur pacitan-solo, papan penunjuknya cuma ke pantai klayar, tapi kalau mau menyusuri goa-goa di pacitan, pilih jalur solo-pacitan ini.


Pantai pertama yang kita datangi adalah pantai srau, pantai ini memiliki beberapa sisi yang dipisahkan oleh bukit-bukit. Banyak spot yang bisa dikunjungi di pantai ini, antara lain, karang bolong, bukit karang, dan pantainya sendiri donk. Sehingga cukup menguras tenaga, tapi semua terbayar dengan pemandangan yang indah banget. pantai srau juga jadi pantai favoritnya suami. dia suka spot di karang bolong.


Pantai srau, bukit di samping saya itu yg bisa dinaikin..


View dari atas bukit, aslinya lebih bagus, dasarnya saya aja gak pinter moto, maklumin aja
Karang bolong

Air dari karang bolong ijo, air dari laut lepas warnanya biru.. cantik yaa??

Puas di pantai srau, kami melanjutkan perjalanan menuju pantai watu karung. dari pantai srau ke watu karung hanya memakan waktu kurang lebih 15 menit saja.


Pantai ini adalah pantai yang paling banyak bulenya. Di sekitar pantai juga banyak berdiri cottage bernuansa etnik yang denger-denger harganya selangit. Hehehe, maklum sih, standar bule ya.


Garis pantainya cukup panjang, ombaknya tenang banget nyaris gak ada karena ketutup sama bukit karang yang berjajar di seberang pantai. Semakin siang airnya semakin surut sampai kita bisa jalan ke bukit karang tersebut. Tapi viewnya jadi jelek pas airnya surut, soalnya air laut yang biru diganti jadi karang-karang yang berwarna kehitaman.


Saya suka banget di pantai ini, enak buat leyeh-leyeh Sambil minum kelapa muda. Wuiih, gak salah kalau ada plang yang menyebut pantai ini hidden paradise. Pantes juga banyak bule yang datang ke sini.

Sisi kanan pantai watu karung

Bagian tengah

Sisi kiri

lepas dari watu karung kita menuju pantai klayar. Jalur alternatif ke pantai klayar dari watu karung jalannya cukup banyak yang rusak, tapi bebas macet. Awalnya kita ngomel-ngomel karena menyesal lewat sini, eh begitu mau sampe pantai klayar, batal nyesel karena ternyata jalur utamanya macet. Apalagi jalur ke pantai klayar ini cukup banyak tanjakan curam. Banyak mobil yang gak kuat nanjak kemudian mengeluarkan bau gosong. bayangin aja kalau motor kita ada di belakang mobil yang tiba-tiba macet atau kebakar? Hiii.


Macet di pantai klayar itu disebabkan karena banyaknya pengunjung yang membawa mobil sedangkan Lebar jalannya terlalu sempit kalau dipake papasan dua mobil.


Sesampainya di pantai klayar, langsung terpana dengan ramainya pengunjung. Bisa dibilang pantai klayar adalah pantai teramai sekaligus yang fasilitasnya terlengkap di pacitan. tapi karena garis pantainya cukup panjang dan terbagi menjadi beberapa spot juga, jadi kita gak terlalu terganggu dengan keramaiannya. Masih cukup Bisa menikmati keindahan pantai ini kok.


Yang khas dari pantai klayar dan jarang bisa ditemui di pantai lain adalah ada tebing karang yang menyerupai patung spinx di sisi kiri pantai atau yang sering disebut seruling samudera. untuk menuju ke sana kita bisa naik ojek ATV dengan biaya 25ribu per orang tapi kemaren suami nawar tarifnya akhirnya kita cukup membayar 35ribu untuk dua orang. Sebenarnya jalan kaki pun bisa karena jarak ke seruling samudera gak terlalu jauh, tapi saya udah syapeeek abis. Apalagi buat jalan di pasir yang membutuhkan tenaga ekstra. Jadi mending naik ATV aja deh.






Kita di pantai klayar sampe jam 4 saja. sayang banget bentar lagi sunset tuh padahal, hikz. Tapi kita ngejer buat ke goa gong, goa yang diklaim sebagai goa terindah se-Asia Tenggara. Rugi banget kan kalo udah jauh-jauh ke Pacitan tapi gak mampir goa gong.


Dua puluh menit berkendara dari pantai klayar, sampailah kita di goa gong. Suasana di sekitar area goa sudah mulai sepi. Toko-toko mulai banyak yang tutup. Tapi jangan khawatir karena menurut ibu tukang sewa senter di sana, jam tutup goa gong sampai pengunjung habis.


Dari parkiran motor sampe ke goa gong, kita harus berjalan menaiki anak tangga yang jumlahnya lumayan bikin ngos-ngosan, hosh hosh. Sampe mulut goa, ada beberapa ibu-ibu yang menawarkan untuk menyewakan senternya pada kita. Awalnya sih, kita menolak tapi setelah masuk beberapa senti saja ke dalam goa, kita langsung di sambut tangga-tangga curam yang menurun dengan kondisi penerangan goa yang super minim. Langsung balik badan, buat nyewa senter. Wkwkwk


dan memang benar, goa gong ini cantik banget. Stalagtit di langit-langit goanya eksotis banget. Di tambah lampu di dalam goa yang bisa berubah-ubah warna semakin menambah keeksotisannya. Tapi sayang saya gak menyusuri seluruh bagian goa, karena kondisi goa yang jalannya semakin lama semakin curam dengan hawa panas dan kadar oksigen di dalam goa yang sedikit Ditambah kondisi badan yang sudah semakin lelah jadi kita memutuskan untuk keluar goa di tengah jalan. Yang penting udah tau gimana penampakannya goa gong itu kaaan? Wkwkwk. Lagipula dengan kondisi goa yang gelap, hp saya gak bisa ngambil gambar yang bagus.

Goa gong, cuma gambar ini yang lumayan bagus yang bisa ditangkap kamera hp saya..

keluar dari goa gong, matahari sudah mulai turun tuh. Jadi kita menikmati sunset di tengah perjalanan kembali ke hotel. Gak menikmati juga sih wong sunsetnya gak kelihatan, hha. Tapi tak apa, saya tetep bahagia Lahir batin.


Btw, kita pulangnya lewat jalur solo-pacitan kan, dan ternyata dari pusat kota ke goa gong apalagi ke pantai klayar itu jauuuuh annnetttt. Tadi pas berangkat gak kerasa jauhnya karena mampir-mampir dulu di setiap pantai.


Sampe kota, langsung cari makan malam. Gila laperr banget deh, habis dikuras tenaganya. Dan kita memutuskan buat makan malam di quick chicken, hha, berasa udah jauh-jauh kemana gitu tapi makannya di McD atau KFC kaan? hha, sangking aja di Pacitan adanya quick chicken. Selesai makan, kita langsung hunting oleh-oleh khas pacitan. Urusan oleh-oleh selesai, balik ke hotel. Nunggu rental motor, ngambil motornya. Setelah itu mandi di toilet umum hotel, shalat di mushala hotel, dan nunggu travel menjemput kita.


Jam setengah 9, travel udah datang tapi setelah itu masih harus menjemput penumpang lain. Gak tau tepatnya jam berapa mobil travel udah keluar pacitan karena sepanjang perjalanan kita tidur terus, yang jelas jam 5 subuh kita udah sampe di rumah mertua dengan sehat selamat sentosa dan bahagia. Hihihi, Alhamdulillah, semoga dikasi rejeki buat travelling lagi,, Aamiin.

Rincian biaya hari ke dua:
HTM pancer door: gratis
HTM teleng ria: Rp 12.000 / dua orang
HTM Srau: Rp 6000/ dua orang
HTM watu karung: Rp 6000/ dua orang
HTM Klayar: Rp 6000/ dua orang
HTM seruling samudera: Rp 2000/dua orang
Sewa ATV: Rp 35.000/dua orang
HTM goa gong: Rp 10000/ dua orang
RM. Sari Laut Bu gandos: Rp 37.000 ber dua, (nasi tiwul Rp 4000/porsi, sate tuna Rp 10.000/tusuk, Lalapan Rp 4000, Es Teh 2500/gelas)
American penyet quick chicken: Rp 16.000/ paket
Travel Pacitan-Malang: Rp 105.000/orang
Biaya lain-lain (bensin, minum, cemilan, oleh-oleh dll): Rp 100.000









Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Hai, terimakasih sudah berkunjung. Komentar boleh, Nyepam jangan, :)