Kamis, 25 April 2019

Rumah Jaksa Agung Malang, Penginapan Murah Nan Instagramable


Karena domisili KTP saya masih di Malang jadi tanggal 17 April lalu alias saat pemilu, saya dan suami mudik ke Malang untuk nyoblos. Kebetulan tanggal 18 ada acara 40 harian ibu mertua, saya pun iseng banget ngecek ketersediaan kamar di Rumah Jaksa Agung untuk tanggal 17.

Apa itu Rumah Jaksa Agung?

Rumah Jaksa Agung itu adalah penginapan atau homestay di kota Malang yang belakangan ini viral sampai masuk TV dan akun gosip instagram karena desainnya yang instagramable.

Lokasinya ada di pusat kota Malang, tepatnya di Jalan Jaksa Agung Suprapto Gang 1C No 241. Masuk gang sebelum atau sesudah Maxone Hotel.

Saya tau penginapan ini dari sepupu saya yang waktu itu melihat instastory saya sedang menginap di Tya Guest House. Sepupu saya merekomendasikan Rumah Jaksa Agung kalau-kalau cari penginapan murah lagi di Malang.

Baca juga: The Balava Hotel, Malang, Fasilitas Lengkap Cuma 280 Ribuan!

Saya sempat mencoba booking penginapan ini setelah menginap di hotel Balava Malang kapan hari. Ndilalah, belum jodoh karena kamar yang cocok untuk keluarga sudah penuh. Eh makin hari ini penginapan makin terkenal dan sering fully booked bahkan untuk beberapa bulan ke depan. Ya udahlah saya gak berharap lagi bisa nginep di Rumah Jaksa Agung.

Baca juga: 6 Penginapan Nyaman di Kota Malang di Bawah 300 Ribu

Lha kok kemarin pas saya cek ketersediaan kamar mereka, untuk tanggal 17 April masih ada beberapa kamar kosong. Langsung deh booking kamar tipe greenroom dengan kapasitas 4 orang. Mayan yee khaan buat bahan postingan blog, wkwk.

Kami sampai di Rumah Jaksa Agung menjelang magrib karena habis nyoblos, suami masih sibuk persiapan acara 40 harian. Meski gak terlalu jauh dari jalan raya, tapi gang masuk ke penginapan ini lumayan sempit. Ngepas banget buat 2 mobil kalau papasan. Belum lagi kalau ketemu mobil parkir sembarangan di pinggir jalan, duh stres!

Halaman Rumah Jaksa Agung ini sebenarnya lumayan luas, tapi bentuknya persegi panjang. Lumayan repot kalau banyak mobil yang parkir, paling banter kayaknya cuma muat 3-4 mobil deh. Itu pun kalau bisa masuk, keluarnya bakal susah.

Dari depan, penampakan penginapan ini seperti rumah biasa dengan desain jadul. Gak ada plang penginapan atau keterengan apa pun kecuali nomor rumah.


Baru deh begitu masuk ke area resepsionisnya, hawa-hawa ceria mulai terasa dengan aneka perabotan berwarna-warni. Sumpah deh, kesan pertama masuk ke penginapan ini tuh jiwa narsis langsung menyeruak karena spot foto lucu ada di mana-mana, heuheu.

Kamar kami ada di bagian belakang, terpisah dari bangunan utama. Di depan kamar tersedia banyak bangku dan satu dipan yang asyik dibuat nongkrong apalagi kalau malam hari. Berasa lagi di cafe, tinggal bawa cemilan sendiri aja.



Kamar tipe green yang saya pesan gak begitu luas tapi cukup nyaman. Fasilitas dalam kamar ada kasur ukuran 160, nakas, set meja kursi dari tong gitu, LCD TV ukuran 14 inch, rak baju, kipas angin, blower, kamar mandi dalam dengan desain asia banget alias pakai bak dan WC jongkok, serta extra bed ukuran 120. Untuk harga Rp 180 ribu sudah termasuk wifi dan sarapan, terbilang murah banget ya?




Ngomongin harga nih, di Rumah Jaksa Agung cara ngitung tarifnya itu bukan per ruangan melainkan sesuai jumlah yang menginap dan tipe kamar. Misalnya kamar green yang saya pesan dihargai Rp 160 ribu kalau yang menginap 1 orang dan dihargai Rp 60 ribu per orang jika yang menginap 3 orang alias Rp 180 ribu per kamarnya. Ngerti gak? Gak ngerti ya? Ya udah deh saya jembrengin aja tarif menginap di Rumah Jaksa Agung sesuai dengan tipe kamar dan jumlah orang yang menginap.



Ohya, untuk keluarga yang membawa anak, balita gak dihitung tapi kalau jumlahnya 2 orang balita maka dihitung 1 orang.

Selain cara menghitung tarifnya yang berbeda dari penginapan kebanyakan, sistem pemesanannya juga berbeda banget. Jadi cara memesan kamar di Rumah Jaksa Agung itu pertama kita harus lihat apa ada kamar kosong di tanggal yang kita mau lewat google spreadsheet. Link sheet ini bisa dilihat di bio instagramnya @rumah.jljaksaagung.tourtravel (panjang ya bo' nama akunnya? Heuheu) atau bisa langsung chat via whatsapp (08383166631) , nanti otomatis bakal dikirimin google spreadsheets begitu kita ngirim chat.

Setelah menentukan mau pesan kamar yang mana, kita diminta mengisi format pemesanan, terus adminnya bakal ngasi tau harga yang harus kita bayar dan nomor rekeningnya. Setelah transfer, kita diminta untuk chat ke nomor whatsapp khusus konfirmasi transferan. Ngirimin bukti transfer, format pemesanan, rincian pembayaran, serta data rekening yang kita pakai untuk transfer. Baru deh setelah itu pemesanan kita dikonfirmasi dan dikirimin aturan selama menginap.

Yupz! Lumayan ribet alur pemesanannya, tapi ya mungkin emang itu sistem yang paling oke menurut mereka. Bisa dibilang sistem pemesanannya sekarang malah lebih teratur dibanding dulu. Dulu adminnya membalas satu-satu, menjelaskan manual tiap ada yang tanya. Kalau sekarang mereka udah punya format sendiri, jadi tinggal kirim aja ke para tamu.

Saya udah bilang kan kalau harga yang kami bayar termasuk sarapan sesuai jumlah yang menginap?

Sarapannya gak istimewa sih, cuma nasi bungkus dengan isian telur dadar, sambal goreng tempe, dan mie. Rasanya enak, standar nasi bungkus dan porsinya mengenyangkan.


Kesimpulannya, menurut saya Rumah Jaksa Agung ini sebenarnya nyaman banget, berasa lagi di rumah sendiri. Semua sudutnya juga bersih, sprei di kursi dipan aja tiap hari diganti. Harganya juga lumayan terjangkau plus dekat dari pusat kota. Cuman sayangnya gak dilengkapi fasilitas air panas bahkan tamu pun gak boleh meminjam dapur atau meminta dimasakkan air panas. Sedangkan anak-anak saya kan pada manjah, di Sidoarjo yang gerah aja maunya mandi pakai air hangat apalagi di Malang.

Satu hal lagi nih yang bikin saya gak sreg, tembok kamar mandi di kamarnya gak full sampai atas jadi kalau lagi buang hajat, baunya bisa sekamar, wkwk. Selain itu meski terbilang bersih, tapi lubang pembuangan air di kamar mandi itu ada di sela-sela bak mandi yang agak sulit dijangkau dan dibersihkan, jadi tiap terkena air, ada bau kurang enak yang keluar.

Tapi kalau gak masalah dengan kekurangan yang saya sebutkan tersebut, boleh banget coba menginap di sini apalagi kalau rombongan ramai-ramai karena tarifnya yang dihargai per jumlah yang menginap bikin tarifnya jadi lebih murah dibanding penginapan lainnya. Apalagi buat yang narsis kayak saya, beugh stok foto dijamin langsung nambah buanyak sampai memori full, padahal kemarin aja saya belum foto-foto di semua spotnya lho, haha.



Selain penginapan, Rumah Jaksa Agung juga menyediakan rental sepeda motor, mobil, dan paket tour wisata di Malang. Saya pengen banget nyobain paket tour Bromo yang sudah lengkap dengan dokumentasi dan video dengan harga Rp 1.750.000 dengan kapasitas 5 orang. Nabung dulu deh, moga kesampaian.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hai, terimakasih sudah berkunjung. Komentar saya moderasi ya, capek cyiin ngehapusin komentar spam :D

Kalau ada pertanyaan, silahkan kirim email ke MeriskaPW@gmail.com atau Direct Message ke instagram @MeriskaPW, sekalian follow juga boleh :p