Jumat, 02 November 2018

Pengalaman Facial di Alamanda Skin Care Sidoarjo


Di dekat rumah kebetulan ada klinik kecantikan bernama Alamanda Skin Care yang cabangnya banyak tersebar di seputaran Jawa Timur. Saking dekatnya bisa ditempuh dengan jalan kaki aja gak sampai 5 menit. Tapi meskipun begitu, udah lebih dari 2 tahun tinggal di Sidoarjo, belum pernah sama sekali nyambangi kliniknya. Emang gak pernah perawatan juga sih sejak nikah, hikz.


Bukannya gak tertarik sih, tapi merasa sayang aja kalau weekend dipakai buat perawatan sedangkan ketemu sama suami aja jarang-jarang, sekalinya ketemu kok malah ditinggal. Anak-anak juga weekend maunya pasti jalan-jalan. Jadi deh niat untuk facial di klinik aja jadi sekedar wacana terus. Lagipula, dulu saya masih merasa baik-baik aja perawatan wajah sendiri dengan produk-produk on the counter milik saya.

Sampai akhirnya belakangan saya makin males merawat wajah dan komedo pun tumbuh subur serta membandel bikin tambah males liat muka. Keinginan untuk facial juga makin kuat ketika tak sengaja melihat iklan salah satu klinik kecantikan di instagram. Di iklan itu kelihatan enak banget gitu klien lagi dipijat wajahnya. Akhirnya dengan niat membara, saya pun datang ke Alamanda Skin Care sepulang dari survey sekolah di Al Azhar 52. Apalagi pas bukan weekend pula, jadi tak apalah mama mau me time sejenak, wkwk.

Menempati ruko 2 lantai, bisa dibilang ukuran Alamanda ini agak sempit. Tapi designnya modern dengan begitu banyak cermin dan dominasi warna hijau segar jadi gak berasa sumpek.



Dari awal tujuan saya ke Alamanda itu ya cuma mau facial, gak ada keluhan kulit yang serius atau berniat pakai rangkaian produknya. Tapi sayangnya prosedur Alamanda mewajibkan pelanggan yang baru pertama datang untuk konsultasi dengan dokter. Ya udah saya bilang aja kalau masalah saya itu komedo yang gampang banget muncul. Kemudian kata dokter pori-pori kulit saya besar jadi komedo mudah tumbuh. Setelah konsultasi, saya diberi resep yang berisi saran perawatan serta produk Alamanda yang harus digunakan. Dokter menyarankan saya mengambil facial gold dan peeling yang ditotal jatuhnya lebih dari Rp 500 ribuan. Uceeett dah, mending aku pakai buat jalan-jalan sama anak-anak dan suami, heuheu.

Ohya, menu perawatan dan produk di Alamanda gak dicantumkan tarifnya kecuali perawatan yang lagi promo. Jadi agak degdegan juga saat memilih perawatan. Takut out of budget.


Sebagai sobat misqueen, tentunya saya nawar untuk melakukan facial lain yang lebih murah dan menolak membeli produknya. Dan mbak resepsionisnya gak berani mengiyakan donk. Tapi nama pun naluri emak-emak kan, saya tetep ngotot pilih facial lain yang lebih murah,haha. Akhirnya mbaknya ke ruangan dokter buat tanya boleh gak kalau saya ambil perawatan lain dan sama dokternya dibolehin.

Emang saya perhatikan di Alamanda itu apa-apa harus sesuai perintah dokter, kalau gak sesuai gak berani. Waktu kemarin nunggu giliran facial, ada bapak-bapak membeli facial wash untuk anaknya. Nah anaknya ini minta facial wash untuk acne, tapi di data konsumen Alamanda si anak biasanya pakai yang untuk kulit berminyak. Dan si mbak resepsionis gak mau memberi facial yang acne kecuali si anak datang dan konsultasi lagi dengan dokter. Bagus sih ya, mereka gak mau gegabah atau sembarang ngasih produk. Tapi jadinya ribet, apa-apa harus konsultasi.

Alamanda ini sering banget promo untuk layanannya, nah saat saya ke sana mereka juga pas lagi ada promo. Tapi karena baru pertama kali dan belum punya member card jadi dipatok harga normal. Waktu itu saya pilih facial oxy+detox seharga Rp 200 ribu ditambah bikin member card jadi totalnya Rp 250++ ribu. Udah lama banget gak facial, jadi gak tau ini termasuk murah apa mihil.

Setelah memilih perawatan, saya disuruh menunggu di sofa. Kirain karena weekday dan pengunjung yang datang kebanyakan cuma untuk membeli produk, saya cukup menunggu sebentar sampai tiba giliran untuk facial. Ternyataaaa, lebih dari 2 jam saya baru ditangani.

Waktu naik ke lantai atas tempat perawatan, mereka punya lumayan banyak bilik berisi kasur untuk perawatan sama therapis. Ditambah di lantai bawah juga ada yang khusus untuk perawatan sama dokter. Tapi jumlah therapisnya cuma 2, sekali facial harus menghabiskan waktu lebih dari 1 jam. Ya pantes aja saya kudu nunggu lama, fyuuh. Gak bayangin kalau pengunjungnya lagi rame harus nunggu berapa lama lagi coba?

Awal perawatan dimulai, ampuuun enak bianget. Wajah dipijet-pijet, bikin ngantuk. Sampai akhirnya tiba pada saatnya ekstraksi komedo, ampuuuun sakit... kit... kit... kit. Mbaknya kejam banget deh. Biasanya kalau facial paling yang sakit pas di bagian hidung. Lha ini dari awal udah sakit, bahkan di bagian dahi pun sakitnya sungguh terlalu. Air mata saya bercucuran terus, rasanya mau teriak. Untungnya habis itu berasa enak lagi perawatannya.

Untuk facial oxy dan detok yang saya lakukan, kurang lebih rangkaian tindakannya dimulai dari wajah dibersihkan kemudian dipijat, masuk tahap ekstraksi komedo. Lalu wajah ditepuk dengan kapas yang sudah dibasahi menggunakan alkohol, dibagian ini kirain bakal perih ternyata gak. Lanjut dilaser dan diberi uap dingin untuk menutup pori. Setelah itu wajah diolesi cream detok serta digosok menggunakan alat khusus terus creamnya dibersihkan dengan kapas dan disitu terlihat cream yang tadinya berwarna putih jadi kotor kehitaman. Kata mbaknya itu karena kotoran terdetoksifikasi jadi keluar semua. Setelah proses detok, wajah disemprot oksigen dengan alat khusus. Kemudian diolesi serum. Saya pikir pemberian serum wajah ini mengakhiri sesi facial kali itu, ternyata masih ada pengaplikasian masker juga. Setelah dioles masker, saya harus menunggu sekitar 15 menit sampai maskernya kering. Udah bosen banget deh.

Abis ekstraksi komedo

Dioles cream detoks

Masker

Meskipun harus menunggu lama dan menahan rasa sakit yang warbiyasah tapi saya puas sama hasilnya karena wajah benar-benar berasa bersih. Komedo bandel di sekitaran dagu dan hidung udah hilang. Selain itu, beberapa hari sebelum facial, saya sempat memakai sheet mask merk Korea. Hasilnya kulit wajah saya jadi super berminyak dan greasy padahal udah cuci muka beberapa kali. Kirain saya gak cocok sama sheet masknya, ternyata saya coba pakai sheet mask setelah facial eh hasilnya bagus banget. Kayaknya facial ini membantu penyerapan produk juga. Pengen diniatin buat perawatan rutin lagi deh jadinya.

Salah satu momok menakutkan buat saya setelah melakukan facial itu adalah tumbuhnya jerawat. Udah coba facial di klinik profesional atau salon kecantikan, pasti deh abis facial selalu tumbuh jerawat batu 1-2 biji. Makanya saya degdegan juga waktu mau facial di Alamanda, bakal terjadi hal serupa apa gak. Ditambah waktu ekstraksi komedonya mengerikan banget. Dan ternyata, sehari setelah facial, dagu, hidung, dan dahinya nyut-nyutan pertanda bakal ada jerawat batu yang tumbuh. Langsung deh saya kompres pakai AHA dari COSRX dan gak berani utek-utek calon jerawatnya, 3 hari kemudian calon jerawatnya batal muncul, fyuuuh.

Kesinpulannya, saya kurang suka dengan prosedur Alamanda yang agak ribet. Tapi suka dengan peralatannya yang canggih dan jenis perawatannya yang lengkap. Dari facial, peeling, filler sampai botox juga ada. Di beberapa cabang juga ada perawatan body spa, sayang di cabang dekat rumah gak ada, hikz. Kalau ditanya bakal ke Alamanda lagi gak, yang jelas bakal ke sana soalnya dekat rumah. Selain itu saya udah punya kartu member jadi sekarang kalau ada promo bisa dimanfaatkan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hai, terimakasih sudah berkunjung. Komentar saya moderasi ya, capek cyiin ngehapusin komentar spam :D

Kalau ada pertanyaan, silahkan kirim email ke MeriskaPW@gmail.com atau Direct Message ke instagram @MeriskaPW, sekalian follow juga boleh :p