Kamis, 14 Juni 2018

Buka Puasa di Shabuki by Cocari Sidoarjo, Resto Jepang dengan Konsep Self Service


Gile, gileee... Ramadan kali ini rekor banget deh sering buka di luar. Uap ah gitu, menu bukanya gak itu-itu aja pula. Buka pakai makanan khas Jepang, Cina, sampai Korea udah dijabanin. Alhamdulillah banget, belum tentu ramadan tahun depan begini lagi kaaan?


Awal ramadan kemarin, kita sempat buka puasa dengan menu Jepang di Garden Suki & Grill Sidoarjo. Kebetulan banget, di akhir ramadan ini, kita buka puasa lagi dengan menu khas Jepang. Tapi bukan di tempat yang sama, melainkan di Shabuki Resto by Cocari. Masih di Sidoarjo juga kok, tepatnya di jalan Pagerwojo, Blok F 5, dekat Transmart Sidoarjo.


Shabuki ini anak cabangnya Cocari, salah satu resto all you can eat yang ada di Surabaya. Buka puasa di Shabuki dalam rangka makan bareng papa saya yang baru dateng dari Lombok. Awalnya mau buka di Cocari karena saya pikir papa sampainya sore jadi sekalian bisa langsung buka di Surabaya. Lah ternyata beliau sampai pagi jam 10, ya udah akhirnya pulang dulu. Dan ganti tempat buka di Shabuki aja yang deket rumah.

Bangunan Shabuki terdiri dari 2 lantai, begitu masuk kita akan disambut oleh bagian kasir dan ditanya butuh meja untuk berapa orang. Setelah menunggu beberapa saat, kita akan diantar ke meja yang sudah siap dengan aneka saus, piring, mangkuk, panci yang sudah terisi kuah kaldu, serta panggangan.

Suasana di Shabuki seperti resto keluarga pada umumnya dengan dihiasi ornamen khas Jepang di beberapa sudut ruangan.


Untuk menu yakiniku dan shabu-shabu sistemnya self service alias ambil sendiri di chiller yang ada di dekat kasir. Pilihan dagingnya lumayan banyak, ada AUS Beef dan US Beef. Itu pun masih dibagi lagi jadi beberapa macam, ada yang masih polosan, ada juga yang udah dikasi aneka bumbu. Ada juga beberapa jenis ikan dan seafood lainnya. Pilihan untuk isian shabu juga bervariasi.

Tiap bahan dihargai sesuai warna wadahnya, kayak kalau makan di resto dimsum gitu lah. Saya gak begitu suka sama konsep self service gini, karena suka bikin kalap. Kelihatannya murah per wadahnya, ambil ini itu eh ditotal-total jadi mahal juga, wkwk. Apa saya aja ya yang suka begitu?



Kemarin kita pilih daging AUS yang udah dibumbuin, lupa bumbu apa. Rasanya persis seperti yang di Cocari. Udah gitu satu wadah aja isi dagingnya lumayan banyak padahal harganya cuma 32 ribu. Kuah shabunya light banget, gak terlalu nyegrak gurihnya jadi gak eneg. Saya suka nih kuah yang light gini. Enak buat disruput.



Selain shabu dan yakiniku, ada juga menu khas Jepang lainnya seperti sushi, ramen, chicken karage, udon, dll. Minumannya juga bervariasi, tapi kok saya perhatikan gak ada ochanya. Kan itu minuman Jepang banget ya?

Sebenarnya kita udah lama banget pengen nyobain Shabuki, tapi nyari info soal harga menunya kok gak dapet. Takut gak sesuai kantong, nasib rakyat jelata, hikz. Di google maps, ada yang review kalau per orangnya butuh budget sekitar 100 ribu, lah mending Cocari aja sekalian yang 140 ribu udah sepuasnya.

Ternyata eh ternyata, harga menu di Shabuki termasuk menengah lah. Tapi untuk Yakiniku dan Shabunya termasuk murah. Dibanding sama Garden Suki, lebih banyak ini dagingnya. Worth it lah bayar lebih kalau makan di sini.

Harga menu di Shabuki *maaf ngeblur*

Harga menu di Shabuki *maaf ngeblur*
Dua hal yang cukup mengganggu di Shabuki adalah ACnya gak kerasa dan parkirnya terbatas banget. Padahal kita duduk di depan AC tapi tetep kepanasan. Terutama Nayla yang jadi rewel naudzubillah di Shabuki. Mungkin cocoknya ke Shabuki jangan pas jam-jam makan apalagi buka puasa kayak kita karena dijamin bakal rame, panas, dan susah parkir.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hai, terimakasih sudah berkunjung. Komentar saya moderasi ya, capek cyiin ngehapusin komentar spam :D

Kalau ada pertanyaan, silahkan kirim email ke MeriskaPW@gmail.com atau Direct Message ke instagram @MeriskaPW, sekalian follow juga boleh :p