Rabu, 01 Februari 2017

Bayi 9 Bulan Belum Tumbuh Gigi? Jangan Galau, Kenali Dulu Tahap Perkembangannya

Ketika Alif lahir, saya langsung merasakan bagaimana kejamnya dunia parenting itu, ya apalagi kalau bukan soal persaingan antar orang tua. Mulai dari menghadapi orang tua yang suka membanding-bandingkan tumbuh kembang anaknya dengan anak lain sampai orang tua yang suka memaksakan pola asuh mereka ke orang tua lain. Karena pernah menjadi korban salah satu competitive parents tersebut, membuat saya sebisa mungkin untuk selalu menghargai pilihan orang tua lain yang berbeda dengan saya serta tak ikut campur soal perkembangan anak mereka. Rupanya sikap yang saya pilih ini, membuat banyak teman menjadikan saya tempat curhat soal parenting dan tumbuh kembang anak-anaknya, mungkin karena tahu bahwa saya gak akan menyinyiri (bahasa apa ini? Hehe) mereka. Seperti beberapa waktu lalu ada teman yang menyampaikan kekhawatirannya pada saya karena memiliki bayi 9 bulan belum tumbuh gigi.


Kalau sudah dicurhati soal tumbuh kembang anak begitu, paling yang saya lakukan adalah browsing soal batas-batas tahap perkembangan anak dan memberi tahu kepada teman saya untuk tetap tenang karena perkembangan tiap anak berbeda. Kalau kekhawatirannya sudah berlebihan, ya saya suruh langsung konsultasi ke dokter atau klinik tumbuh kembang anak. Jarang saya memberi saran harus begini begitu karena memang saya bukan ahlinya, daripada salah-salah kan?

Memang sih masalah tumbuh kembang anak apalagi bagi orang tua baru kadang suka bikin galau. Apalagi kalau melihat perkembangan anak lain yang seumuran yang sudah lebih dulu bisa ini itu. Ditambah rongrongan para competitive parents yang kadang suka gak pakai perasaan membanding-bandingkan anaknya dengan anak lain. Udah deh, pikiran buruk pasti berseliweran soal anak kita, padahal kan memang tiap bayi itu tahap perkembangannya berbeda-beda. Lagipula tumbuh kembang anak bukan perlombaan cepet-cepetan, tiap anak itu pasti juara di hati orang tuanya. Besok kalau sekolah, gak bakal ada yang namanya beasiswa prestasi karena juara bisa tengkurap lebih dulu dari bayi-bayi di kampung, haha.

Supaya gak galau berkepanjangan, ada baiknya untuk mengetahui tentang milestones atau tahap perkembangan pada bayi. Kapan sih normalnya bayi mulai tengkurap? Kalau bayi 9 bulan belum tumbuh gigi wajar gak sih? Batas maksimal bayi mulai jalan itu kapan? Semua pertanyaan soal tumbuh kembang tersebut pasti akan terjawab kalau kita mau menggali informasi tentang tahap perkembangan pada bayi.

Berikut saya berikan batasan umur beserta cara stimulasi soal perkembangan bayi yang biasanya paling sering bikin para orang tua galau, kalau mau tau info lebih lengkap soal milestones bayi dari mulai lahir sampai balita, browsing aja ya. Kalau saya jembrengin di sini semua, nanti blog saya kena copyright lagi, hehehe.

  • Tengkurap
Secara umum bayi mulai bisa tengkurap di umur 3-6 bulan. Beberapa bayi ada yang sudah bisa tengkurap sendiri di usia kurang dari 3 bulan, it's oke, ingat tiap bayi berbeda-beda. Stimulasi yang bisa dilakukan orang tua adalah dengan sering-sering menengkurapkan bayinya.

  • Duduk
Bayi sudah bisa didudukkan mulai umur 3-5 bulan, dan duduk sendiri tanpa ditopang pada umur 6-9 bulan. Sama seperti tengkurap, stimulasi yang dapat dilakukan adalah sering-sering dilatih untuk duduk dan gak dibiarkan berbaring terus.

  • Tumbuh Gigi
Rata-rata di umur 6-7 bulan bayi sudah mulai tumbuh gigi. Bagaimana kalau 9 bulan belum tumbuh gigi? Tenang, masih wajar kok, cuma memang agak terlambat. Beberapa anak juga ada yang baru tumbuh gigi pada umur lebih dari 12 bulan. Selama perkembangan lainnya masih normal, maka yang dialaminya memang hanya keterlambatan tumbuh gigi.

Cara menstimulasi agar bayi bisa segera tumbuh gigi bisa dimulai sejak hamil lho karena pertumbuhan gigi bayi terbentuk sejak usia kandungan berumur 4 bulan, saat itu bayi menyerap kalsium dan vitamin dari ibunya. Jadi buat ibu-ibu yang sedang hamil mulai deh rajin mengkonsumsi makanan yang kaya akan vitamin dan kalsium. Stimulasi lainnya terutama ketika anak berusia di atas 6 bulan adalah dengan memberinya makanan yang bertekstur kasar agar bayi terbiasa mengunyah sehingga dapat memancing gigi bayi untuk muncul. Jadi jangan terlalu lama memberi bubur lembut bahkan saat ini bubur encer sudah tidak disarankan untuk MPASI.

  • Merangkak
Secara umum bayi sudah mulai merangkak di rentang usia 6-10 bulan dengan gaya merangkak yang berbeda-beda. Ada yang suka merangkak dengan tangan dan lututnya seperti yang sering kita lihat pada bayi pada umumnya, ada yang menggunakan telapak tangan dan telapak kakinya seperti beruang berjalan, ada yang menggunakan perutnya seperti gaya tentara, dan ada yang menggunakan pantat serta kakinya untuk bergeser alias ngesot, hehehe. Semua gaya itu bisa disebut dengan merangkak.

Fase merangkak ini penting karena melatih koordinasi tubuh bayi, namun pada beberapa bayi ada yang melewati fase ini. Menurut para pakar, fase merangkak memang penting namun bukan fase inti yang harus dialami semua bayi. Selama si bayi terlihat aktif bergerak dan melakukan gerakan bergeser dengan caranya maka perkembangannya masih terbilang normal.

Cara menstimulasi agar anak mau merangkak bisa dengan cara menaruh benda-benda yang menarik perhatiannya beberapa meter di hadapannya agar dia mau menggeser tubuhnya untuk meraih benda tersebut.

  • Berjalan
Sebanyak 50% bayi mulai berjalan di umur 12 bulan, beberapa lainnya ada yang hingga lebih dari 15 bulan. Orang tua boleh merasa khawatir jika bayi belum bisa berjalan saat usianya sudah 18 bulan.

Stimulasi yang dapat dilakukan agar anak cepat berjalan antara lain bisa dengan memancing dengan benda yang menarik perhatiannya, membiarkan bayi berjalan rambatan dengan berpegangan pada sofa, dinding, kasur atau barang-barang di sekitar, serta membiarkannya berjalan tanpa alas kaki untuk melatih motoriknya.

  • Berbicara
Pada rentang umur 12-15 bulan normalnya anak sudah satu dua kata serta sudah mengerti jika diajak berkomunikasi dengan kalimat-kalimat sederhana. Di umur 18-24 bulan minimal kata yang dapat diucapkan adalah sebanyak 20 kata dan saat berumur 24 bulan meningkat menjadi 50 kata serta mulai bisa mengungkapkan keinginannya dengan merangkai dua kata atau lebih. Dan di umur 2 - 3 tahun seharusnya kemampuan bicaranya semakin pesat serta mulai dapat diajak berkomunikasi dua arah.

Supaya kemampuan bicara anak berkembang dengan baik tentu orang tua sangat berperan di sini karena merekalah orang yang paling sering berinteraksi dengan bayi. Stimulasi yang dapat dilakukan adalah dengan sering-sering mengajak bayi mengobrol meskipun mungkin dia sepertinya tidak merespon. Sering-sering memberi tahu nama benda di sekitar juga dapat memperkaya kosa katanya. Dan sebaiknya orang tua jangan berkomunikasi menggunakan bahasa bayi karena justru dapat menghambat kelancaran berbicaranya.

Menurut Dr. Sears, selain stimulasi, faktor temperamen anak juga sangat berpengaruh pada tahapan perkembangannya. Biasanya anak yang cenderung temperamen akan lebih impulsif dan mengebut perkembangannya, sedangkan untuk anak yang perkembangannya sedikit terlambat biasanya adalah anak yang cenderung berhati-hati dan penuh perhitungan. Tak ada yang lebih buruk atau lebih baik karena tiap anak memang memiliki kepribadian yang berbeda-beda.






10 komentar:

  1. meskipun saya belum nikah, tapi makasih yah sharingnya :)

    BalasHapus
  2. Wah makasih banget ya Mbak. Jadi dapet pencerahan ini. Pas banget anakku 9 bulan belum tumbuh gigi hiks. Sedih juga kalo liat anak-anak lain giginya udah banyak. Cuma ya kalo dibawa baper mulu yang ada kita jadi ga bersyukur ya hehe

    BalasHapus
  3. Aku kdg jg suka down kalo liat anak2 temenku mba.. Ada yaa, temenku, anaknya itu sebaya ama ankku yg pertama, malah mudaan anak dia, tp udh bisa yoga sederhana dgn sikap sempurna duooong -_-. Omg..... Ankku boro2.. Disuruh diem 5 detik aja dia g tahan.. Aku prnh nanya ke temenku gmn caranya anaknya bisa yoga.. Trnyata krn tiap saat nemenin mamanya itu yg memang rutin yoga.. Lama2 anaknya niru.. Tp hebat aja anak 3 thn bisa yogaaa :O

    BalasHapus
  4. Anakku udah 8 bulan belum ada gigi nongol satu pun.

    BalasHapus
  5. jadi gak sabar pengen ngerasain juga kejamnya persaingan dunia parenting itu hehe maksudnya pengen cepet-cepet punya dedek bayi juga atuh

    BalasHapus
  6. Aku kira jadi orang tua baru itu menyenangkan. Kalau liat chelsea sama Glen yah hahahah

    ternyata banyak suka duka nya ya :D

    BalasHapus
  7. kata orang di daerah sini, kalau cepat tumbuh gini, katanya lama untuk bisa jalan, begitu juga sebaliknya. fakta atau tidak saya gak faham

    BalasHapus
  8. Aku anak kedua lbh santai mbak, Aira juga udah 8 bulan belum ada tanda2 tumbuh gigi :D

    BalasHapus
  9. Iyaaah anak beda2 yaa mba. Aku nih so adik giginya agak lama numbuhnya tapi pas 9 bln udah muncul. Dulu kakaknya lbh cpt. . Dari rahim yg sama aj bisa beda ya 😁

    BalasHapus
  10. Alif podo plek jiplek ama mamanya ya, miriiip ke kmu banget yakin

    BalasHapus

Hai, terimakasih sudah berkunjung. Komentar saya moderasi ya, capek cyiin ngehapusin komentar spam :D

Kalau ada pertanyaan, silahkan kirim email ke MeriskaPW@gmail.com atau Direct Message ke instagram @MeriskaPW, sekalian follow juga boleh :p