Rabu, 12 Oktober 2016

Malang Hill Galery & Homestay, Staycation Anti Mainstream di Kota Malang


Banyak hal buruk yang saya lalui selama bulan September kemarin, mulai dari Alif yang marathon sakit lumayan parah sampai ada pengeluaran tak terduga yang menguras habis tabungan saya dan suami sekaligus. Ya bikin stres, ya bikin bokek juga.

Oleh karena itu, weekend kemarin kami pun memutuskan untuk staycation demi menghilangkan stres panjang selama sebulan sebelumnya. Mungkin ini ya yang dinamakan memaksakan gaya hidup. Kondisi ekonomi belum pulih benar, udah maksa buat staycation aja, haha.

Tapi ya karena masih bokek, jadi kita nyari penginapannya yang murah-murah aja. Soalnya mau jalan-jalan ke tempat wisata, Jawa Timur lagi hujan lebat terus. Percuma juga kalau mau jalan-jalan, mending kruntelan ma suami dan anak di hotel.

Awalnya sih mau cari hotel di Surabaya karena suami kudu jaga kantor waktu weekend kemarin. Tapi karena harus nganter bumer belanja jadi pak suami minta tukeran shift dan kita ganti tempat staycation di Malang.

Harapannya sih bisa staycation di Batu, tapi makjang hotel di Batu kagak ada yang murah. Di kota Malang juga sama ajaa, gak ada yang sesuai dengan budget kita yang pas-pasan ini. Sampai akhirnya nemu penginapan yang lokasinya anti mainstream banget dah. Malang Hill Galery & Homestay.



Orang ya ke Malang mah nginepnya kalau gak di Batu ya di kota Malang, kita donk, nginep di Buring. Yupz, Malang Hill Galery & Homestay ini berlokasi di jalan KH Malik No 50 A, Kedungkandang, Buring. Buring itu ada di timur Kota Malang, sekitar 20 menit dari pusat kota. Gak terlalu jauh, tapi di Buring itu gak ada apa-apanya, gak ada wisata, pusat kuliner atau apa yang bikin tempat ini strategis untuk dibangun penginapan.

Saya dan suami aja sampai gak habis pikir kok bisa-bisanya ada orang kepikiran bangun penginapan di sini. Tapi ya karena di antara semua penginapan di Malang dan Batu, cuma Malang Hill Galery & Homestay ini yang masuk budget kita dan punya fasilitas yang cocok buat staycation, jadi deh saya mantepin hati buat booking penginapan ini.

Karena suatu dan lain hal, kami baru berangkat hari sabtu sore menjelang magrib, sebelumnya mampir dulu take away ayam goreng Roker buat makan di hotel, karena berdasarkan review yang saya baca Malang Hill Galery & Homestay ini jauh dari mana-mana.


Saat check in, kita akan ditarik deposit sebesar 200ribu, tapi waktu itu pak suami gak bawa uang cash, uang di dompet pun tinggal 30ribu. Dan di sekitar situ juga gak ada ATM, akhirnya KTP pak suami yang jadi jaminan.

Kamar kami berada di lantai 1, kamar paling depan pula. Kamarnya minimalis, luas, dan bersih dengan nuansa etnik yang kental. Hampir semua bagian homestay ini bersih banget lho, sampai lantai teras dan restoran yang notabene sering dilewati orang pun selalu terlihat cling tanpa noda. Saya sampai takut naikin sepatu ke lantai. Sekilas homestay ini mengingatkan saya pada Rumah Panjaitan di Jogja yang juga bernuansa etnik serta sederhana tapi bersih.




Rate kamar kami alias tipe termurah di Malang Hill Galery & Homestay adalah 280ribu per malam dengan fasilitas kamar berupa tempat tidur king size (kayaknya, karena lebih gede dari yang di rumah), teko listrik, AC, toiletries, kamar mandi dalam, Shower air panas, LCD TV, sandal hotel, handuk, sprei cadangan, kopi dan teh, air mineral, free wifi, free breakfast dan meja rias. Bagi saya, fasilitasnya udah melebihi ekspetasi akan sebuah homestay deh.






Tiap kamar dilengkapi dengan sepasang kursi dan meja kecil di terasnya. Selain itu di beberapa bagian homestay disediakan banyak tempat duduk dan gazebo buat nongkrong. Wifinya juga kenceng banget, ntab abis deh. Pak suami sampai lupa sama istri saking keasikan ngegame online, haha.

Cuman sayang, chanel TVnya lokal semua, alias bukan TV kabel jadi berasa nonton TV di rumah aja. Gak masalah sih, tujuan kemari kan emang bukan buat nonton TV (tapi buat internetan, haha)

Secara keseluruhan, Malang Hill Galery & Homestay ini gak begitu besar. Hanya terdiri dari 3 lantai, lantai 1 dan 2 untuk kamar-kamar sedangkan lantai 3 untuk kebun jeruk dan perpustakaan. Di lantai 2 juga ada kolam renang kecil dengan view ke arah kota Malang.






Terpisah dari bangunan kamar, di bagian depan ada bangunan 2 lantai. Lantai 1 adalah resepsionis dan loby sekaligus galery seni. Sedangkan lantai 2 adalah restoran dengan nuansa etnik. Dari restoran kita juga bisa melihat view kota Malang.



Dan itulah alasan kenapa saya memilih Malang Hill Galery & Homestay buat tempat staycation kami. Pertama karena viewnya yang bagus, kedua karena ada kolam renangnya, dan ketiga yang pasti karena harganya. Kami hanya membayar 280ribu untuk kamar dengan fasilitas yang menurut saya setara lah sama hotel bintang 2 bahkan 3.


Oh iya, di seberang homestay ada Kampung Wisata Buring, semacam wisata edukasi gitu yang pemiliknya sama dengan Malang Hill Galery & Homestay. Jadi homestay ini menyediakan paket wisata budaya untuk pengunjung yang lokasi kegiatannya ada di kampung wisata Buring. Kegiatannya ada outbond, belajar permainan tradisional, berkebun, dll. Selain itu Kampung Wisata Buring juga difungsikan sebagai sanggar seni. Ada panggung yang asri dan gazebo untuk penonton. Di sini pengunjung bisa melihat anak-anak sanggar menunjukkan bakat seninya seperti menari dan modeling.





Melihat dari arsitektur homestay, galery seni, serta kampung wisata yang dikembangkannya kayaknya si pemilik adalah seorang budayawan. Keren juga idenya membangun penginapan di lokasi anti mainstream serta membuat wisata sendiri dengan tujuan memperkenalkan budaya Indonesia. Salut!

Karena lokasinya yang mblusuk dan gak dekat darimana-mana, saya pikir Malang Hill Galery & Homestay ini bakalan sepi, ternyata peminatnya banyak juga lho. Ketika kami datang sudah terlihat ada beberapa mobil pengunjung di parkiran. Semakin malam mobil-mobilnya semakin banyak. Meskipun ramai tapi kamarnya lumayan kedap suara, gak kedengeran ribut-ribut dari dalam kamar. Cucok buat bersantai.

Rencananya malam itu, saya dan pak suami mau ngopi sekaligus kencan berdua di restoran, mumpung Alif lagi tidur. Ndilalah, ya kok restoraya udah dipenuhi pengunjung lain. Akhirnya kita cuma keliling Malang Hill & Homestay, foto-foto, terus lanjut ngopi di kamar, huhu.





Menjelang tengah malam, Alif bangun dari tidurnya. Setelah makan dan minum susu, dia gak tidur lagi donk sampai menjelang subuh. Akhirnya saya gak bisa menikmati nyamannya tidur di Malang Hill Galery & Homestay karena kudu njagain ini bocah, hwaaa.

Sarapan di Malang Hill Galery & Homestay dimulai dari jam 7 sampai jam 9. Sarapannya ala carte. semalam sebelumnya, resepsionis menelpon untuk menanyakan menu yang kita pilih. Ada 3 pilihan menu untuk sarapan saat itu, yaitu nasi goreng, sayur sop, dan lontong sayur. Pak suami memilih nasi goreng, sedangkan saya pilih sayur sop.

Meskipun menunya standar aja, tapi rasanya enak. Sopnya seger dan clean, berasa kayak gak pakai MSG. Nasi gorengnya tasty kayak nasi goreng jawa. Kokinya ibu-ibu gitu, berasa makan masakan emak dengan citarasa tradisional. Tau lah ya rasa masakan hotel biasanya gimana, yang ini rasanya beda. Kayak dimasak dengan cinta, haha lebay.



Rencananya lagi nih, pagi-pagi kami mau keliling kampung di sekitar homestay pakai sepeda. Yupz, Malang Hill Galery & Homestay menyediakan sewa sepeda dengan biaya 20ribu sepuasnya. Terus lanjut ke kampung wisata Buring, setelah itu berenang.



Tapi realisasinya NOL. BESAR. Alif tidur sampai jam 10 lebih, saya mager karena kurang tidur, dan pak suami keasikan ngegame. Jadilah kegiatan kami selama di Malang Hill Galery & Homestay adalah leyeh-leyeh manja sambil internetan, haha. Tapi kan emang itu tujuannya staycation toh? Cuih, pembelaan.

Sampai jam 11 lebih, kami baru keluar dari kamar kemudian lanjut keliling homestay buat foto-foto, check out, saya ke kampung wisata Buring sebentar, terus pulang deh.




Sumpah, berat banget meninggalkan Malang Hill Galery & Homestay, pengennya leyeh-leyeh lebih lama di sini. Nyaman banget sih. Lokasinya yang agak masuk kampung juga bikin suasana di sekitar homestay tenang banget, jauh dari hiruk pikuk kendaraan, padahal lokasinya ya gak jauh-jauh amat dari kota Malang lho.

Pokoknya cocok banget buat keluarga dan pasangan halal yang pengen staycation di kota Malang dengan suasana yang tenang, udara yang segar, tempat yang nyaman serta harga yang murah. Catet ya! Keluarga atau pasangan halal, karena saat check in kita bakal diminta foto copy buku nikah, jadi yang mau mesum atau ngerayain ultah pacar pakai balon foil nempel di tembok di Malang Hill Galery & Homestay, mending buang jauh-jauh keinginan itu atau buru-buru deh berkeluarga, haha.


Oh iya, lokasi homestay ini lumayan dekat dengan kampung warna-warni Jodipan yang hits itu. Cuma sekitar 10-15menitan aja.



31 komentar:

  1. Menurut saya untuk rate sekian udh baguuuuss bgt mbak... :)

    BalasHapus
  2. Wah... nyaman dan asyik sekali tempatnya. Untuk ukuran tempat seperti ini, harganya worth it.

    BalasHapus
  3. Kalau udah ngomongin Malang itu rasanya giamana ya, pgen sekali pergi ke Malang.. apalgi melihat galery homestay ini, beu nyaman sekali, enak buat ngeblog ya, santai bersama keluarga :)

    BalasHapus
  4. Oh my goodness! Kamar senyaman itu harganya murah amaaaat! Lagian kalau staycation kamarnya cuma dipake bobo, pemandangannya yang bikin betah apalagi ngeliatnya sambil berenang. Seru!

    BalasHapus
  5. keliatan tempatnya bersih banget mba :D emang klo lg suntuk enaknya keluar rumah buat refresh ya mba hehe

    BalasHapus
  6. Mayam laaah mbak tempatnya bisa bikin refresh lagi pulang2 ke rumah kan jadi good mood lagi, ya nggak? :D

    BalasHapus
  7. wah homestaynya nyaman sekali, untuk rate 280rb/malam worth it banget ini sih. Mungkin kalau ke Malang bakal mampir ke sini deh.

    BalasHapus
  8. Bersih dan nyaman ya mbak...bersih lagi. Jd pengen nginep di sana 😀

    BalasHapus
  9. Kerennn banget tempatnya, gak gede justru bikin brasa homey gak, sih.. Duhhh, jadi pengen staycation juga, nihhh...

    BalasHapus
  10. Wooow rate segitu sih bisa menang banyak buat staycation yaa hihihi. Fasilitasnya lengkap, ada kolam renang, suasananya asri. aaah enak bangeet

    BalasHapus
  11. Waaah bagus bangeet.Murah juga ya tarifnya.Kapan -kapan nginap di sana ah kalau lagi main ke Malang.

    BalasHapus
  12. Hwiiksss, asik bangettt iniiih!

    Kapan2 ke sini aahhh

    bukanbocahbiasa(dot)com

    BalasHapus
  13. Eh kalo sebangsa fave amaris pop di malang ada kan ??? harga sampai berapa yaa ???
    Karena harga 280, biasa nya dapet tuch hotel2 sebangsa itu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pop gak ada mas, Amaris 400ribuan, Ibis styles juga demikian, :D

      Hapus
  14. Waaah, boleh juga neh... kalau ke Malang, ga harus di Batu ya, Mbak, di Buring juga oke iniii :)

    BalasHapus
  15. Lokasinya sangat mengasyikkan, mungkin dapat menjadi referensi kalo ke Malang

    BalasHapus
  16. wah lokasinya enak buat tempat santai sepertinya, adem gitu liatnya apalagi ada kolam renang berasa ingin nyebur brrr :D

    BalasHapus
  17. Wow ratenya mura banget ya?
    Mending nginep di sana kyknya drpd hotel bintang 3 dgn harga sama. TFS mbak :)

    BalasHapus
  18. kayak rumah baisa ya sehingga kita akan merasa tidur dir umah jadi bikin betah ya

    BalasHapus
  19. Murah banget dan kamarnya luas. Rekomended nih

    BalasHapus
  20. rumahku buring tapi aq nggak tau ada tempat ini :'D pgn kesana deh. nginep2 gitu satu hari 😁

    BalasHapus
  21. alif pewe banget posisi boboknya meeerr
    alhamdulillah si anak ganteng udah sehatdan energik lagi ya

    BalasHapus
  22. Keliatannya emang tempatnya enak dan nyaman banget ya mbak, aku liat foto nuansa kayunya bikin pengen nyobain kesana deh. hehe.. kapan2 mau kesana kalo ada waktu.

    BalasHapus
  23. waah boleh juga nih mba, kalau mau ke malang bareng anak2 lumayan bangeet...cozy cocok buat keluarga

    BalasHapus
  24. enak banget penginapannya, asri dan resik

    BalasHapus
  25. wah kalau liat kolam renang bawaan saya memang pengen renang mbak

    BalasHapus
  26. Fix, baju kodok kamu mengalihkan duniaku, unyuk yesss

    Hmmm ini jauh dari batu dan semua mua ya, berarti memang tujuannya wisata villa yaa

    BalasHapus
  27. OMG!!!! Itu muraaah bangeeettttt, mana fasilitas komplit, dapet sarapan pulaaaak ^o^.. kenapa aku g tau ttg ini sebelumnyaa yaa.. pas dulu ke Malang, kita nginep di villa deket kebon strawberry gitu, murah sih, 750, seluruh vilaa, tapi berhantu -__-.. dan aku kapok nginep situ.. kalo tau yg ini mah, aku lebih milih ini pastinyaaa

    BalasHapus
  28. Bagus sich tempatnya tapi sayang klo cari makan agak susah..

    BalasHapus

Hai, terimakasih sudah berkunjung. Komentar boleh, Nyepam jangan, :)