Rabu, 06 Juli 2016

Warna-warni Embong Brantas, Ada Italia di Sudut Kota Malang



Untuk para penggemar traveling terutama yang sudah melanglang buana ke luar negeri, pasti sudah sering mendengar perihal Desa Riomagiorre, di Cinque Terre Liguaria, Provinsi La Spezia, sebuah desa di Italia yang memiliki keunikan pada bangunan-bangunannya yang dicat berwarna-warni.

Kecantikan Desa Riomagiorre tersebut, saat ini dapat juga dinikmati di Kota Malang, tepatnya di daerah Embong Brantas, Kelurahan Jodipan atau terkenal juga dengan sebutan Boldy.


Bedanya jika bangunan Desa Riomagiorre dibangun di atas tebing di pinggir laut, sedangkan di Malang, bangunan-bangunan tersebut awalnya merupakan perkampungan padat penduduk yang dibangun di atas bantaran kali Brantas.



Kawasan yang dahulunya terlihat kumuh dan banyak sampah pun sekarang terlihat lebih bersih dan indah di pandang mata. Sayangnya sampao saat ini hanya satu sisi dari bantaran kali Brantas di daerah Boldy saja yang baru diperbarui tampilannya, sehingga terlihat sangat kontras dengan kondisi perkampungan di seberangnya yang masih terlihat kumuh.

Kabarnya program pengecatan perkampungan di kelurahan Jodipan ini digawangi oleh salah satu perusahaan cat terkemuka dan terinspirasi dari perkampungan di Kali Code, Yogyakarta.


Tertarik menikmati warna warni bantaran kali Brantas juga?

Datang saja ke jembatan Embong Brantas di selatan Stasiun Kota Malang. Perkampungan ini berada di sisi kiri jembatan.


9 komentar:

  1. Coba seandainya sisi kiri dari gambar tersebut juga dicat. Pasti akan lebih tampak indah.

    BalasHapus
  2. iya mba di kali code jogja juga ada.. kapan main ke jogja :p ditungguu lhoo

    BalasHapus
  3. ah keren banget di Malang ada desa ini, padahal sering banget saya ke Malang. Andai di pinggir sungainya nggak ada sampah jadi makin cantik ya.. ini seperti Gamcheon Village di Busan Korea

    BalasHapus
  4. Lucu amat yaaa di cat begitu, di jogja juga ada lho

    BalasHapus
  5. rumah di sebelah kiri dan kanan sangat berbanding terbalik yah Mba..

    BalasHapus
  6. waah kreatif yaa...jadinya meraih dan menarik

    BalasHapus
  7. oh aku tau ini... tapi cuma lewat doang. lucu sik tapi sayang difoto juga ngeblur karena cuma lewat sini gak berenti :D
    selamat idul fitri merr

    BalasHapus
  8. Sekarang lebih cantik, kak. Yang sisi kiri sudah di cat, sampahnya sudah diminimalisir dan hampir tidak ada sampah. Tiket masuk hanya Rp 2000 untuk biaya kebersihan, perawatan, dll. Yang kampung di sebelah kiri (agak lebih ke kiri sih) sekarang dijadikan kampung Tridi (3D).

    BalasHapus
  9. Bulan lalu ke sini nih, deket banget sama rumahku di daerah sawojajar tryta. Hehe sekalian menjawab pertanyaan mba nih :D

    BalasHapus

Hai, terimakasih sudah berkunjung. Komentar boleh, Nyepam jangan, :)