Selasa, 27 Oktober 2015

Kampanye 6000 for against breast cancer and finish the fight

Assalamu'alaikum,

Tentunya kita sudah tahu bahwa bulan Oktober dicanangkan sebagai bulan peduli kanker payudara atau istilah internasionalnya Breast Cancer Awareness Month. Sejarah dari terciptanya Bulan Peduli Kanker ini berawal dari yayasan Susan G Komen yang berinisiatif membagikan pita berwarna pink kepada penderita kanker payudara sebagai simbol kepedulian di bulan Oktober tahun 1991.

Sejak saat itu, setiap tahun di bulan Oktober dicanangkan sebagai bulan peduli kanker dan diakui sebagai agenda internasional. Penggunaan pita pink serta aksesoris atau pun pakaian dengan warna serupa dijadikan sebagai salah satu bentuk support untuk kegiatan ini.

Sumber: Dari sini


Saya sendiri belum menemukan jawaban mengapa bulan Oktober yang dipilih oleh yayasan Susan G Komen ketika pertama kali mengadakan kegiatan peduli kanker payudara ini. Entah apakah ada alasan khusus atau hanya kebetulan saja. Mungkin ada yang bisa bantu jawab?

Ngomongin soal kanker payudara, Alhamdulillah dan Insya Allah keluarga saya tidak ada yang pernah terjangkit penyakit yang katanya mematikan ini. Meski pun gak menutup kemungkinan bahwa saya juga memiliki resiko yang sama dengan yang memiliki garis keturunan penderita kanker, jangan sampai ya! Aamiin.

Tapi saat saya masih tinggal di Lombok dulu, dalam waktu yang berdekatan dua orang tetangga saya meninggal akibat kanker payudara. Satu orang baru terdeteksi penyakitnya ketika sudah stadium lanjut, sedangkan satunya lagi terdeteksi dini tapi memilih untuk tidak melakukan pengobatan medis malah mengkonsumsi makanan yang bersumber dari "katanya-katanya" yang dipercaya dapat mengobati kanker payudara.

Ya! Saat itu informasi tentang kanker payudara masih minim, apalagi untuk masyarakat di kota kecil seperti kami. Internet belum semudah sekarang, minat membaca masyarakat pun masih rendah. Tetangga atau kerabat dekat tak bisa melakukan apa-apa kecuali ngerumpiin si penderita.

"Eh, ibu itu tambah kurus ya tinggal tulang belulang"

"Katanya sakit banget sampai teriak-teriak"

Dan blablabla lainnya yang tentunya gak membantu penyembuhan si korban sama sekali. Satu-satunya hal yang kami tau tentang kanker saat itu adalah penyakit mematikan.

Saya juga masih ingat ketika duduk di bangku SMP, setiap hari jumat ada acara imtaq (iman dan taqwa) semacam pengajian di sekolah sebelum memulai pelajaran. Khusus untuk siswi yang sedang datang bulan dan tak bisa mengikuti imtaq, dikumpulkan di satu ruangan untuk diberi konseling oleh guru BK (Bimbingan Kesiswaan).

Pernah suatu kali, konseling untuk siswi yang datang bulan adalah tentang kanker payudara. Alih-alih memberi informasi yang bermanfaat, guru BK kami justru "menakut-nakuti" tentang betapa mengerikannya jika terjangkit kanker payudara ditambah memberi mitos seputar penyakit ini yang kalau dipikir-pikir sekarang banyak gak masuk akalnya seperti makan timun meningkatkan resiko terkena kanker payudara, halamak bodoh sekali saya dulu kok sampai percaya. Parahnya lagi guru BK kami saat itu adalah seorang pria yang gak punya pengalaman apa-apa soal penyakit ini, ckckck.

Setelah konseling tersebut, para siswi dibuat ketakutan dan serempak tak ingin tau apakah dirinya terjangkit penyakit kanker payudara atau tidak. Yes! Kami malah takut menghadapi kenyataan jika terkena penyakit kanker payudara. Kami memilih untuk tutup mata dan telinga.

Meskipun saat ini informasi begitu mudah didapat, internet semakin cepat, talkshow tentang kesehatan semakin banyak, tapi saya yakin bahwa masih banyak masyarakat kita yang belum teredukasi tentang kanker payudara.

Gak cuma yang tingkat pendidikannya rendah tapi masyarakat yang berpendidikan tinggi kemana-mana bawa gadget mahal pun masih banyak yang tak mengerti seluk beluk penyakit satu ini. Alasannya adalah masyarakat kita mengerti bahwa penyakit ini ada tapi baru perduli ketika mereka merasakan sendiri jika terjangkit kanker payudara. Karena belum teredukasi, sehingga mengakibatkan mereka hanya percaya bahwa ending dari penyakit ini adalah kematian, semangat juang untuk sembuh pun jadi menurun.

Sumber: Dari sini


Padahal kanker payudara bisa disembuhakan lho jika terdeteksi sejak dini. Oleh karena itu mengedukasi diri tentang penyakit ini sangat diperlukan agar mengerti seluk beluk kanker payudara dan bisa mencegah sebelum terjadi serta bisa mengatasi ketika sudah terdeteksi. Jangan sampai kalah sebelum berperang!

Ilustrasi buatan saya sendiri, ide nyontek darimana2 xD


Di postingan ini saya gak akan menjelaskan panjang lebar soal kanker payudara karena saya yakin orang yang bisa baca blog adalah orang-orang yang mengerti fungsi internet gak cuma buat pesbukan atau update status galau. Silahkan browisng atau mengunjungi situs-situs yang relevan dan terpercaya mengenai kanker payudara.

Kalau sudah mendapat informasi mengenai kanker payudara jangan lupa untuk membagi ilmunya terutama pada orang-orang yang masih belum melek internet, kurang membaca, atau wawasannya kurang.

Di sini saya mau berbagi ide untuk kampanye sekaligus mengedukasi orang-orang tentang kanker payudara dengan cara simpel dan murah (uhuk!). Cara kampanye ala saya adalah dengan membagi-bagikan sticker tentang kanker payudara serta memanfaatkan momen yang ada.



Kapan hari di rumah mertua sedang ada acara asyuro (10 Muharram red.) yang notabene undangannya adalah ibu-ibu di sekitar kampung. Jadi saya berinisiatif untuk menyisipkan sticker kampanye kanker payudara di kotak kue yang akan dibagikan ke tamu undangan.



Filosofinya sticker itu kan terbuat dari bahan yang awet dan tahan air serta pengaplikasiannya dengan cara ditempel, harapan saya informasi yang saya berikan bisa awet dan nempel dalam ingatan para orang-orang tersebut

Saya mendesign sticker hanya dengan ponsel menggunakan aplikasi picsart. Yaaah, design sticker saya emang gak bagus sih, tapi insya Allah cukup bermanfaat.

Silahkan pake design sticker saya kalau mau atau mendesign sendiri dengan aplikasi edit gambar yang kalian punya di ponsel atau PC dan bisa disimpan dalam format apapun termasuk jpeg seperti yang saya punya. Setelah itu bawa design sticker yang sudah jadi ke tempat digital printing, atau fotokopian yang menyediakan cetak kertas sticker.




Gak usah bingung juga masalah ukuran sticker, sudah ada operator printing yang mengurus. Gak perlu menunggu lama juga sampai sticker selesai dicetak, gak sampai 10 menit kok. Dan voila, sticker kampanye kanker payudara sudah siap dibagikan. Jangan lupa bayar biaya cetaknya ya!

Biaya cetak sticker juga gak mahal keleus, kemaren saya cukup merogoh kocek sebesar Rp 6000 saja untuk selembar kertas sticker ukuran A3 yang menghasilkan 49 buah sticker kampanye kanker payudara versi saya, wohooo!



Itung aja 49 sticker dibagikan ke 49 orang artinya 49 orang yang teredukasi dan artinya lagi 49 pahala masuk ke kita, alhamdulillah ya!

Gak perlu nunggu momen khusus juga, cukup dengan memberikan satu sticker ke satu orang yang kita temui sampai berjumlah 49 orang. Nanti kalau ada duit lagi, cetak lagi stickernya dan bagikan ke 49 orang berikutnya. Enam ribu saja untuk menyelamatkan 49 orang yang mungkin memiliki resiko terjangkit kanker payudara. Enam ribu saja 0,000.. sekian persennya harga lipstick 500ribu.

Yuk ah, kampanye 6000! Siapa pun bisa berpartisipasi.


#finishthefight  #gopink  #breastcancerawareness




2 komentar:

  1. aaah idenya kereeen nih..sederhana tapi sangat bermanfaat. Dan penting untuk penyebaran informasi agar bisa mendeteksi kanker payudara sejak dini. Thanks for sharing it :)

    terima kasih sudah ikutan GAku #finishthefight #gopink #breastcancerawareness yaaa...Bon courage..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama2 mbak, makasih kunjungannya, semoga sehat selaluu, :D

      Hapus

Hai, terimakasih sudah berkunjung. Komentar boleh, Nyepam jangan, :)