Kamis, 22 Oktober 2015

Houten Hand coffee & Beer House, Malang, jadi minoritas di tempat para minoritas

Assalamu'alaikum,


Habis ngecek draft di blog ternyata banyak juga post yang belum saya publish, salah satunya postingan ketika saya nongkrong di houten hand coffee & beer house.

Houten hand ini adalah cafe kecil berlantai 3 yang berada di seputaran daerah kayu tangan. Waktu itu saya lagi kepengen ngafe di rooftop sambil menikmati langit sore, jadi saya menjatuhkan pilihan ke houten hand karena lantai 3 cafe ini terbuka. Selain itu saya pengen foto di tulisan Houten Hand yang ada di rooftopnya, kelihatan kewl gitu kayaknya, hoho.




Menurut yang saya baca dari internet, pangsa pasar cafe ini adalah kaum minoritas yang suka dianggap aneh atau nyeleneh di tengah masyarakat. Misalnya orang-orang bertatto, bertindik di tempat yang gak biasa, penikmat musik non komersil seperti para punk rocker, metalhead, indie kids bahkan kabarnya di sini juga jadi jujugan favoritnya para LGBT.


Di lantai 2 houten hand terdapat seperangkat alat musik untuk perform, kabarnya lagi banyak para musisi indie lokal maupun mancanegara yang tampil di sini, wah! Jangan heran kalau masuk ke sini, rata-rata penampilan pengunjung maupun karyawannya ala-ala anak band dengan outfit khas distro-distro, kaos hitam, sneaker, jeans, you name it lah.


Dan bisa ditebak, kita yang dandanannya "kalem" dan selayaknya pasangan suami istri mainstream bawa anak dan berpenampilan layaknya orang-orang biasa, langsung berasa jadi minoritas di sini. Beda sendiri euy, berasa cupu banget, gak keren, gak cocok di sini, wkwk mana saya pas ke houten hand pas pake dress warna pink lagi, haha, bener-bener salah kostum.


Karena kabarnya pemilik houten hand ini masih pemilik yang sama dengan legi pait yang berada di depan hotel helios jadi saya pede aja ke sini dan beranggapan bahwa harga menu di houten hand seaffordable legi pait. Ternyata saya salah, harga menu di houtenhand agak pricey di kantong saya. Menunya juga beda sih, lebih variatif di houtenhand.


Lagipula saya ke legipait udah jaman perjuangan dulu, mungkin sekarang harganya ya udah pada naik ya. Dasyar saya aja emak-emak jarang ngafe jadi gak tau lonjakan harga menu di cafe jaman sekarang, kekeke.

Pesanan kita, keliatan banget kerenya ya? T.T



Waktu sampai di houten hand kok ndilalah pas hujan deres jadi batal deh ngafe di rooftopnya. Tapi desain cafe bagian indoornya juga bagus kok. Berasa kaya di cafe-cafe luar negeri (kaya pernah aja).




Yang saya suka dari houten hand selain ambiencenya adalah karyawannya gak resek. Gak yang ramah juga sih sebenernya, tapi saya malah agak risih kalau diramah-ramahin, keliatan fake banget, dibuat-buat. Mereka cuek aja gitu, kita pindah-pindah tempat duduk buat foto sana sini, gak ada lirikan aneh atau bisik-bisik nyinyir. Mereka malah pada asyik nonton spongebob, haha.




Hampir tiap malam cafe ini selalu terlihat rame, jadi menurut saya waktu paling pas menikmati suasana houten hand adalah siang-sore hari.


Btw, sesuai namanya yang pake embel-embel beer house, di sini mereka jual beer. Jadi buat yang mungkin menghindari tempat semacam ini, cari cafe lain aja.

Nih saya tambahin foto-foto yg saya upload di instagram, file foto yang udah diedit ada di hape yg rusak, males edit ulang.




3 komentar:

  1. Ini tempatku nyanyi, nongkrong, nggosip, nglamun liat jalan dan ngebir hihihi ... Kalo ke sini wajib coba hot choconya mbak. Wuenak.

    BalasHapus
  2. permisi numpang nanya, ada nobar UCL tanggal 28 Mei bulan ini?
    terima kasih

    BalasHapus
  3. permisi numpang nanya, ada nobar UCL tanggal 28 Mei bulan ini?
    terima kasih

    BalasHapus

Hai, terimakasih sudah berkunjung. Komentar boleh, Nyepam jangan, :)