Selasa, 01 September 2015

Momazing with Alif: Pantang Nyanyi Lagu anak-anak

Assalamu'alaikum,


Seperti ibu-ibu mainstream lainnya, saya juga punya hobi nyanyiin Alif lagu anak-anak. Karena saya percaya lagu adalah cara menyenangkan untuk anak-anak dalam belajar berbicara. Tapi gak semua lagu anak-anak mau saya nyanyiin, pertama karena saya gak hafal, kedua karena liriknya gak masuk akal, ketiga isinya bertentangan dengan idealisme saya, dan yang terakhir saya gak tau lagunya, haha yaeyalaaah.


Kalau gak hafal lagunya biasanya masih lah saya nyanyiin sehafalnya tapi jadi jarang juga nyanyi lagu itu, kalau pas momennya tepat aja kaya lagu jah gajah bahasa jawa, pas kita liat ada gambar gajah otomatis saya nyanyi lagunya sebisa saya, karena saya cuma tau lagu itu.


Sedangkan untuk lirik gak masuk akal, biasanya
saya ubah liriknya, haha, sungkem ke pak kasur, ibu sud, dan papa T Bob *generasi 90-an anet*. Kenapa koo repot-repot ngubah lirik segala? Karena saya gak mau alif merasa tertipu dengan lagu, nanti kalau dia udah ngeh sama isi lagu terus dia tiba-tiba tanya, kok yang dijelaskan di lagu sama kenyataan yang ada gak sama? Saya harus jawab apaa? Seolah-olah saya ini bohong donk, kejauhan yee mikirnya, kekeke. Yakaliii aja alif punya jiwa kritis, trus nanya seperti itu, haha.


Contohnya lagu pelangi2, pas lirik merah kuning hijau, saya ganti jadi mejikuhibiniuuu, jadi kira-kira lagunya jadi seperti ini,
Pelangi pelangi alangkah indahmu
Mejikuhibiniuuu di langit yang biru.. dst. Hha.


Atau pada kasus lagu jawa tentang pantun bebek. Lirik aslinya seperti ini,

Bebek adus kali nutuki sabun wangi (bebek mandi di kali nutuki *ini bahasa indonesianya apaa?* sabun wangi)

Papa mundut roti, alif (nama orang yg mau disebut) gak diparingi (papa beli roti, alif gak diberi)


Menurut saya lagu di atas itu mengajarkan sifat pelit gak mau berbagi, jadi kata "gak"nya saya hilangin. Padahal kalau lihat bebek, saya kadang nyanyi lagu potong bebek angsa eh malah lagu jawa ini yang alif inget, asli wong jowo sih, ckckck.


Dan terakhir lagu gak sesuai idealisme saya. Kalau ini gak bakal saya nyanyiin, karena tidak sesuai dengan hati nurani, heuheu. Contohnya paling gampang, ya lagu anak-anak yang cinta-cintaan (emang ada?), lagu kepercayaan agama lain (ini mah gak usah ditanya), dan lagu yang gak sesuai sama teori parenting. Yang terakhir itu contohnya adalah lagu nina bobo, bukan karena nama anak saya bukan nina, tapi isi dari lagu tersebut bersifat ancaman buat anak, nakut-nakuti, dan bohong. Lirik yang berbunyi kalau tidak bobok digigit nyamuk, eh ternyata udah bobok si anak tetep aja digigit nyamuk. Lha kan jadinya kita bohong sama anak kita, ntar dia mikir bobok gak bobok tetep aja digigit nyamuk, jadi gak usah nurut lah sama mama gimana? Oke pikiran saya kadang suka kejauhan, haha. Pokoknya saya males aja nyanyiin itu lagu.


Sebagai gantinya saya lebih suka bacain ayat pendek, lagu anak-anak yang slow tapi gak melow, dan terakhir yang manjur bikin alif cepet tidur itu lagu "syukur", itu yang suka dinyanyiin waktu upacara yang liriknya "dari yakinku teguh, hatiku ikhlasku penuuh", gak apa apalah, sekalian menumbuhkan jiwa nasionalisme di dalam diri alif, uhuy!



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Hai, terimakasih sudah berkunjung. Komentar boleh, Nyepam jangan, :)