Rabu, 26 Agustus 2015

Momazing with alif: sudah bisa berapa kata?

Barusan baca artikel tentang perkembangan anak umur 1-5 tahun yang isinya tentang jumlah minimal kata yang sudah bisa diucapkan, eerrr oke belum baca artikelnya baru baca headlinenya doank, kekeke. Soalnya bacanya tadi di hape suami, dan hape suami lowbat sekarang. Mumpung baterai hp sendiri full dan mood nulisnya ada, jadi dicatet dulu berapa kata yang sudah diucapkan alif di usianya yang menginjak 20 bulan ini. Semoga perkembangannya alif masih termasuk normal, Aamiin.


Jadi kata-kata yang udah bisa diucapin alif saat ini antara lain:
Mamah, Papah, titi (yangti), pakdi (pakde), de da (bude ida), baluk (om barok), mimi (sepupunya yg bernama mimi), jian (mbk jihan), fa (mas dafa), faheyi (mas fahri), adek, pican (pisang), dheuluk (jeruk), maem (makan), mimik, minyum (minum), cucu (susu), popi (kopi), cepidah (sepeda), tih (teh), kukak (buka), tunun (turun), ikuk (ikut), mana, ndak ada, cepatu (sepatu), manas (panas), dinin (dingin), tutu (tutup), jijik, nyala, tati (mati), babis (habis), itan (ikan), kuda, puku-puku (kupu2), meom (kucing), gukguk (anjing), gadah (gajah), bebek, cicak, kokok (ayam), kukuk (burung), zeba (zebra), kakik (kaos kaki), kat gigi (sikat gigi), ci kaki (cuci kaki), ci nanan (cuci tangan), mani (mandi), bawuk (bau), pipin (pipis), miknyak (minyak), pepis (pampers), baju, telana (celana), udah, boboboi, pinpin (upin ipin), bula (bola), unga (bunga), goal, acik (asyik), bulak (bulat), mie, taci (nasi), hape, ngengeng (mobil), naik, hiya awoh (ya Allah), dada, babay, iya, buku, bimiyah (bismillah), lilaah (alhamdulillah, otomatis pas abis bersin doank), inaak (enak), Aamiin, ngaji, jatoh, ini, lagi, duduk, udah, akik (sakit), dua, tiga, itu, di situ, di sini, bubuk, jajan, kolah (sekolah), sanan (sandal), permen (superman), bemen (batman), ciciit (cicicuit, karakter komik di majalah bobo junior :D), lho, tutut (kereta api). Segitu dulu deh, udah malem, otak gak bisa diajak kerja sama buat nginget-ngiget lagi. Btw, beberapa kata ada yang agak absurd ya gak sesuai sama kata aslinya, kaya tutut = kereta api, gak tau deh itu bisa dibilang masuk kata yang diucapkan apa gak.
Ternyata lumejen juga ya kata-kata yg udah alif bisa ucapkan, pikirannya tiap hari kirain alif baru bisa gak sampe 10 kata doank, hehehe. Tapi gak tau juga sih, ini masih normal apa gak, heuheu. Ntar deh dibaca lagi artikel tumbuh kembangnya. Kalau normal alhamdulillah, kalau gak normal berarti tantangan buat mama papanya supaya lebih rajin menstimulasinya.


Update:
Akhirnya tadi disempetin browsing artikel tumbuh kembang anak dam nemu artikel ini,


Orangtua sebaiknya mengetahui tahapan perkembangan kemampuan bicara anak. Jadi, ketika terlihat ada yang tidak sesuai dengan tahap usia, mereka bisa segera mencari solusinya. Tahap perkembangan bicara anak secara garis besar adalah sebagai berikut:


* Sebelum 12 bulan
Perhatikan apakah si kecil mulai menggunakan suara mereka untuk "berkomunikasi" dengan lingkungan mereka. Tahap awal perkembangan bicara adalah mengoceh (babbling).
Seiring pertambahan usia (di usia sekitar 9 bulan), anak-anak mulai menggabungkan suara dan mengucapkan kata seperti "mama" dan "dada" (tanpa tahu maknanya). Dan, sebelum usia 12 bulan, anak mulai lebih tertarik begitu mendengar suara.
Anak-anak yang kelihatannya memandang sesuatu tapi tanpa bereaksi harus diwaspadai sebagai tanda kehilangan pendengaran (hearing loss).


* Usia 12-15 bulan
Di usia ini anak-anak mulai menguasai satu atau dua kata bermakna (di luar kata "mama" atau "dada"). Biasanya kata-kata awal yang mereka kuasai adalah kata benda. Mereka juga mulai mengerti dan mampu mengikuti perintah sederhana, seperti, "Mama minta bolanya, ya?"


* Usia 18-24 bulan
Anak memiliki sekitar 20 kosakata di usia 18 bulan, dan berkembang menjadi 50 atau lebih kosakata ketika berusia 2 tahun. Di usia 2 tahun, anak juga mulai belajar menggabungkan 2 kata sederhana. Mereka mulai bisa mengikuti 2 perintah sekaligus, misalnya, "Ambil bolanya dan toling berikan kotaknya, ya."


* Usia 2-3 tahun
Orangtua seringkali menyaksikan "ledakan" kemampuan berbahasa anak di tahap usia ini. Kosakata mereka meningkat tajam. Secara rutin, mereka juga mulai menggabungan 3 atau lebih kata menjadi 1 kalimat. Misalnya, "Letakkan di meja, ya?" Mereka juga mulai bisa mengenal warna dan konsep perbandingan (besar-kecil).

(Sumber: https://id-id.facebook.com/notes/smart-parenting-by-bunda-arifah-handayani/tahapan-umum-perkembangan-bicara-pada-anak/10150127474258550)


Kalau dihitung-hitung kosakatanya alif udah lebih dari 50 kata, jadi gak tergolong speech delay ya. Sekarang juga alif udah bisa disuruh-suruh buang sampah, minumnya duduk, ambil bajunya, ambil popoknya, gosok gigi sama papa,  yaah perintah sederhana yang sering dilakuin sehari-hari aja.


Udah bisa menggabungkan 2-3 kosa kata juga, tp masih belum banyak sih, semacam maem taci (nasi), mimik cucu, mah maem pica (pisang) dll. Sekarang malah suka diirit ngomongnya, maem nasi kadang cuma bilang nasinya doank. Agak kesusahan juga ngajarin dua suku kata, biasanya yang diikutin cuma belakangnya aja, kaya mbak jihan yang disebut jihannya doank, ckck.


Tapi okelah ya untuk ukuran anak cowok (membesarkan hati sendiri, wkwk). katanya kan anak laki-laki kemampuan verbalnya lebih lambat dari anak perempuan karena energi mereka lebih banyak ke aktivitas motorik jadi udah gak ada waktu buat belajar kosa kata, kurang lebih gitu lah.


Apalagi kalau liat video anak-anak apa ponakannya temen-temen di sosmed, suka parno sendiri. Kok anakku belum bisa gini ya, kok anakku gak kaya gitu ya. Well, emang semua balik lagi, perkembangan anak-anak kan beda beda. Anak si anu udah bisa gini, dan alif belum bisa. Tapi di sisi laen, bisa juga alif udah bisa gitu, anak si Anu belum bisa. Saking aja yang diposting di sosmed pasti yang baik dan lucu-lucu kaaan? Positive thinking aja lah (ngomong ke diri sendiri, huhu).


Btw, selama ini cara saya menstimulasi kemampuan bicara Alif yang paling ngena itu dengan bacain buku, nyanyi (hampir semua benda yang kita temuin saya nyanyiin, ternyata lagu anak2 jaman dulu itu lengkap lho mbahas benda2 di sekitar baik mati atau hidup), dan jalann-jalan (ini sih emaknya yang doyan, haha). Lebih efektif lagi kalau tiga cara itu digabung, misalnya liat buku gambar burung, terus saya bilang ke Alif, "ini burung" dan lanjut dengan nyanyi lagu tentang burung. Besoknya kita jalan-jalan ke tempat yang ada burungnya, gak usah yang muluk-muluk bayangin ke secret zoo lah (padahal pengen), cukup ke alun-alun malang juga banyak burungnya atau ke pasar hewan splendid malah hewannya bermacam-macam, cukup bayar parkir, kagak beli juga gak masyalah, heueheue. 


Selain tiga cara di atas, sisanya dari percakapan sehari-hari aja, misal tiap makan apa gitu dikasi tau, "ini pisang", " alif minum air putih" dll, dan banyakin liat video anak seumuran alif, biar terpacu buat menstimulasi alif, heheh, tapi ya gak ngarepin dan maksa alif bisa kaya tu anak. Cuma biar emaknya lebih rajin aja, gak hapean mulu, haha.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Hai, terimakasih sudah berkunjung. Komentar boleh, Nyepam jangan, :)