Sabtu, 15 Agustus 2015

Boonpring Andeman, wisata edukasi di Selatan Kota Malang

Minggu terakhir libur lebaran, kita pengen jalan-jalan di seputaran Malang yang antimainstream dan sepi. Jadi meluncurlah kita ke Andeman di Malang Selatan tapi gak selatan banget masih dekatlah itungannya dari kota Malang, cuma setengah jam perjalanan.

Letaknya berada di Malang selatan, tepatnya di desa sanankerto, Turen. Yupz, Turen yang selama ini namanya terangkat karena kemolekan Masjid Tiban kini menawarkan tempat wisata baru yang kabarnya akan digadang menjadi primadona wisata di Turen.

Gak terlalu susah menemukan tempat wisata ini, tapi karena masih tergolong wisata baru, baru diekspose sih tepatnya, jadi papan penunjuk jalan menuju tempat ini hampir gak ada. Jadi kalau mau ke sini patokannya dari masjid tiban terus aja ke arah selatan, ketemu perempatan masih terus alias ambil arah ke sanankerto. Dari perempatan itu terus aja lah ikutin jalan beraspal sampai ketemu sekolah apa gitu di pertigaam, pilih jalan plesteran semen atau belok kanan, 500 meter kemudian keliatan deh gerbang masuk andeman.

Di Andeman kita bisa menemukan danau kecil yang ditengahnya terdapat pulau kecil bernama putri lhow. No, no, no no bukan lhow yang biasanya dipake dalam kalimat so what gitu lhow, tapi lhow ini adalah nama pohon yang tumbuh di pulau tersebut.


Susyah anet mau foto ma ni anak,, bawaannya pengeng ngider terus, hikz

Selain itu ada
satu rumah pohon di dalam pulau ini, tapi kita gak naik, karena kalau udah ada orang yang naik ke sana duluam selalu gak tau namanya gantian, nyantai aja gitu sampai berpuluh-puluh menit, lagian view yang dilihat dari rumah pohon paling ya cuma hutan bambu. Waktu ke sana, ada yang lagi foto prewedding, dan kasihannya mereka gak dapet kesempatan buat foto di rumah pohon itu, padahal dah nangkring lama di bawah pohon, tapi orang yang di atas gak nyadar kalo ditunggu keturunannya (baca: ditunggu buat turun dari rumah pohon), wkwkwk.

Di pohon ini tempat rumah pohonnya

Di pinggir danau ada hutan bambu yang katanya terdiri dari beragam jenis bambu yang berbeda-beda dan nantinya bakal jadi proyek wisata edukasi. Katanya lagi hutan bambu ini suasananya kaya di jepang-jepang gitu, tapi kita gak explore sampe ke dalem hutan sih jadi gak tau bener apa gak, soalnya lagi ada gerombolan motor trail yang trekking di hutan bambunya, debunya itu gak tahan. Jadi kita cuma jalan di pinggir hutan yang mana suasananya gak jauh beda sama kaya di tegalan di deket rumah nenek saya, seupilnya jepang juga gak ada, hahaha.

Di sisi lain Andeman, ada kolam renang buatan yang dikelilingi sawah, bagus dan unik banget (aslinya) tapi waktu kita dateng ternyata Andeman lagi ruame banget, padahal tempat ini belum terlalu terekspose lho kok bisa rame ya? Ternyata rame sama warga di desa sekitaran andeman, dan rata2 pengunjungnya pada mau renang jadi lah itu kolam hilang keasriannya. Maklum sih, jarang-jarang kan di pelosok desa ada kolam renang, dan saat itu masih momen lebaran Jadi terima resiko deh dateng ke tempat rame. mana di lapangan yang menghubungkan antara kolam renang dengan danau lagi ada panggung dangdut, hedeeeh salah pilih waktu apa salah pilih tempat jadinya kita ini? Tapi kata penjaga loketnya, biasanya Andeman sepi kalau bukan pas musim lebaran gini, kapan-kapan lah ke sini lagi untuk membuktikan. Dan Akhirnya di Andeman kita cuma keliling danaunya yang gak terlalu rame dan sejuk banget.

Sawah di deket andeman juga bagus banget kaya suasana di bali, kekurangannya satu, Panaaasss, hahah. Jadi separo bagian Andeman ini panasnya ampun deh, dan bagian satunya lagi sejuk karena dikelilingi pohon.

Selain jalan-jalan kita juga nyewa sepeda bebek-bebekan buat mengelilingi pulau dari danau. Kalau yang gak mau capek bisa naek perahu mesin rame-rame sama pengunjung lain.




Overall andeman ini aslinya bagus cuma kurang tertata dan jalanannya masih berdebu. Jadi kesannya kotor dan kurang indah dipandang mata. Semoga pemerintah yang bilang nanti-nantinya segera merealisasikan kata-katanya biar wisatawan gak nunggu sampai nanti-nanti.

Fyi, kita ke sini tepat saat hari terjadinya gempa bumi yang pusatnya di Malang selatan yang katanya guncangannya kerasa sampe jawa bagian tengah dan bikin heboh beberapa waktu lalu. Untungnya waktu itu kita udah cabut dari Andeman dan lagi diperjalanan pulang, kayaknya sih baru nyampe perbatasan kabupaten malang-kota malang gitu, jadi kita gak kerasa kalau ada gempa. Alhamdulillah masih diparingi selamet. Gak bayangin kalo waktu itu kita di sana pake renang, pasti masih terjebak di sana dan lagi asik ngayuh sepeda bebek. Batal Asik donk kan??

Liat gak ada gazebo di pulau putri lhow? Harusnya sih buat pengunjung beristirahat kan ya? Tapi nyatanya malah dipake lapaknya tukang foto langsung jadi, hadeeeh kebiasaaan!

Taman bunga yang nanggung dan berdebu


Parkir sepeda motor: 3.000
Tiket masuk: 3.000/orang
Sewa sepeda bebek: 10.000/20 menit/satu putaran mengelingi pulau
Tiket perahu mesin: 3.000/orang kapasitas sekitar 10 orang (2-3 kali putaran)

Cheeerrsss...




4 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. wow bagus benar blognya, salam sukses dari https:\\www.nurtjahja.blogspot.com

    BalasHapus
  3. wow bagus benar blognya, salam sukses dari https:\\www.nurtjahja.blogspot.com

    BalasHapus
  4. wow bagus banget, salam sukses dengan blognya dari saya www.nurtjahja.blogspot.com

    BalasHapus

Hai, terimakasih sudah berkunjung. Komentar boleh, Nyepam jangan, :)